Jelang 'Muludan' 8 Oktober 2022, Ini Sejarah Perayaan Maulid Nabi SAW
Pada masa ini, semua ulama mendukung perhatian raja yang begitu besar terhadap peringatan Maulid Nabi SAW.
Adapun Abu Al-Abbas Al-Azafi, sejarawan abad ke-7, mengemukakan bahwa pada hari maulid, tidak ada kegiatan perekonomian berlangsung di Mekkah. Orang-orang sibuk berziarah ke rumah kelahiran Rasulullah SAW.
Abad ke-8 Hijriah
Ibnu Batutah, pengembara muslim yang terkenal, menceritakan bahwa pada hari Maulid, pintu Kakbah dibuka. Pada hari itu pula Qadhi Mekkah, Najmuddin Muhammad bin Imam Muhyiddin Ath-Thabari membagi-bagi makanan kepada keluarga nabi (syurafa) dan orang-orang Mekkah.
Demikianlah sejarah perayaan Maulid Nabi SAW menurut para ahli sejarah dan ulama. Perayaan ini masih berlanjut di berbagai negara berpenduduk muslim, seperti Mesir, Yaman, Libya, Tunisia, Maroko, Sudan, Somalia, Turki, Pakistan, Malaysia, Brunei, India, juga Indonesia.
Sahabat KESAN yang budiman, selamat merayakan Maulid Nabi SAW dengan bahagia dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan sesuai syariat. Beberapa ulama telah menganjurkan perayaan Maulid Nabi SAW, seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Suyuti.
Adapun dalil tentang Maulid Nabi dan ulama yang membolehkannya akan kami bahas lebih lengkap pada artikel selanjutnya. Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita bisa mendapatkan syafaat beliau SAW di hari Kiamat kelak. Aamiin.@nia/kesan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!