IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Jelang 'Muludan' 8 Oktober 2022, Ini Sejarah Perayaan Maulid Nabi SAW

ED
Selasa, 27 September 2022 | 06:12 WIB
Bagikan
Jelang 'Muludan' 8 Oktober 2022, Ini Sejarah Perayaan Maulid Nabi SAW

Pada masa ini, semua ulama mendukung perhatian raja yang begitu besar terhadap peringatan Maulid Nabi SAW.

Adapun Abu Al-Abbas Al-Azafi, sejarawan abad ke-7, mengemukakan bahwa pada hari maulid, tidak ada kegiatan perekonomian berlangsung di Mekkah. Orang-orang sibuk berziarah ke rumah kelahiran Rasulullah SAW.

Abad ke-8 Hijriah

Ibnu Batutah, pengembara muslim yang terkenal, menceritakan bahwa pada hari Maulid, pintu Kakbah dibuka. Pada hari itu pula Qadhi Mekkah, Najmuddin Muhammad bin Imam Muhyiddin Ath-Thabari membagi-bagi makanan kepada keluarga nabi (syurafa) dan orang-orang Mekkah.

Demikianlah sejarah perayaan Maulid Nabi SAW menurut para ahli sejarah dan ulama. Perayaan ini masih berlanjut di berbagai negara berpenduduk muslim, seperti Mesir, Yaman, Libya, Tunisia, Maroko, Sudan, Somalia, Turki, Pakistan, Malaysia, Brunei, India, juga Indonesia.

Sahabat KESAN yang budiman, selamat merayakan Maulid Nabi SAW dengan bahagia dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan sesuai syariat. Beberapa ulama telah menganjurkan perayaan Maulid Nabi SAW, seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Suyuti.

Adapun dalil tentang Maulid Nabi dan ulama yang membolehkannya akan kami bahas lebih lengkap pada artikel selanjutnya. Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita bisa mendapatkan syafaat beliau SAW di hari Kiamat kelak. Aamiin.@nia/kesan

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.