Jelang Indonesia Emas 2045, GorryWell Bantu Perusahaan Optimalkan Employee Wellness dengan Teknologi Kesehatan Asli Indonesia

ED
Selasa, 14 November 2023 | 19:09 WIB
Bagikan
Jelang Indonesia Emas 2045, GorryWell Bantu Perusahaan Optimalkan Employee Wellness dengan Teknologi Kesehatan Asli Indonesia

VISI.NEWS | JAKARTA – Menuju Indonesia Emas 2045, optimisasi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia menjadi pilar strategis dalam pencapaiannya. Usia senior tidak lepas dari tren di mana produktifitas dan kesehatan seseorang menurun. Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan RI tahun 2018, terjadi peningkatan penyakit jantung dan diabetes pada umur 45 hingga 54 tahun sebesar 400 persen. Hal tersebut mendorong menurunnya produktifitas karyawan yang bisa berdampak pada kinerja perusahaan. Ditambah lagi adanya aturan dalam UU 6/2023 serta PP 45/2015, usia pensiun pada tahun 2023 hingga 2025 menjadi 59 tahun hingga seterusnya maksimal 65 tahun.

Menurut William Susilo Yunior, Chairman dan Co-founder GorryWell, sebuah perusahaan teknologi kesehatan (health-tech) asli Indonesia yang berfokus pada employee wellness, assistance, dan safety management programs, produktifitas seseorang harusnya tetap pada titik optimal meskipun usia bertambah. Namun kesadaraan masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan bertambahnya usia.

“Tentu ini bisa membawa dampak material bagi perusahaan, di mana perusahaan harus menaati regulasi pemerintah mengenai naiknya batas usia pensiun, tapi di sisi lain perlu menjaga sekaligus mengoptimalkan produktivitas karyawan, termasuk karyawan senior,” tuturnya di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Selain itu, tambahnya, karyawan muda pun juga rentan terhadap penurunan produktifitas akibat risiko penyakit kronis seperti obesitas dan pre-diabetes, depresi, gerd atau gangguan lambung, tekanan darah tinggi, hingga penyakit akibat kebiasaan merokok.

“GorryWell mendukung perusahaan dalam mendesain sekaligus mengimplementasikan employee wellness practice dan safety management yang menyeluruh terhadap karyawan.”

Berdasarkan riset dan Universitas Harvard, biaya produktifitas akibat risiko penyakit kronis ini mencapai 2.3 kali lebih tinggi bagi perusahaan dibandingkan biaya berobat.

“Tentu karyawan yang memiliki hambatan produktivitas membutuhkan perhatian dari manajemen perusahaan, khususnya dalam hal pencegahan penyakit kronis, penanggulangan mental health, manajemen kelelahan, bahkan hingga wellness sustainability bagi karyawan, keluarga, dan komunitasnya.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.