Jelang Idul Qurban, Penjualan Hewan Lesu

ED
Kamis, 5 Juni 2025 | 05:51 WIB
Bagikan
Jelang Idul Qurban, Penjualan Hewan Lesu

VISI.NEWS | JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban yang jatuh pada esok hari, sejumlah pedagang hewan qurban di berbagai daerah mengaku lesu lantaran penjualan masih jauh dari harapan. Meski biasanya momen H-1 menjadi puncak penjualan, tahun ini kondisi justru sebaliknya. Banyak kandang kambing dan sapi di lapak-lapak penjualan masih terisi penuh.

Salah satu pedagang di kawasan Jakarta Timur, Ismail (49), menyebutkan bahwa hingga H-1, ia baru menjual 30% dari total 50 ekor kambing yang ia datangkan dari Garut. “Biasanya di hari ini tinggal sisa 5 sampai 10 ekor, tapi sekarang masih numpuk. Pembeli sepi,” ujar Ismail saat ditemui, Kamis (5/6).

Menurut para pedagang, beberapa faktor menjadi penyebab lesunya penjualan tahun ini. Salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi dan tekanan inflasi yang masih terasa. Harga kebutuhan pokok yang tinggi juga membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, termasuk untuk membeli hewan qurban.

Selain itu, harga hewan qurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen dibanding tahun sebelumnya. Kambing yang tahun lalu dijual Rp2,5 juta, kini dibanderol Rp2,8 hingga Rp3 juta. Sementara harga sapi juga melonjak dari kisaran Rp17 juta menjadi Rp19 hingga Rp21 juta per ekor. Kenaikan ini didorong oleh mahalnya biaya pakan dan distribusi.

“Orang sekarang lebih memilih patungan sapi rame-rame daripada beli kambing sendiri-sendiri,” ujar Dani, pedagang lainnya di Bandung. Ia menyebut tren pembelian qurban kolektif membuat pedagang kambing merugi karena stok tak terserap maksimal.

Beberapa pembeli juga menunda pembelian karena menunggu harga turun mendekati hari-H. Namun strategi ini dinilai berisiko karena bisa saja stok habis atau kualitas hewan menurun. “Kami pedagang juga bingung, kalau turunin harga terlalu jauh, bisa rugi besar,” ujar Ismail.

Di sisi lain, panitia qurban di beberapa masjid juga mengakui adanya penurunan jumlah peserta qurban tahun ini. Ketua panitia di sebuah masjid di Bekasi menyebut jumlah peserta qurban turun hampir 30% dibandingkan tahun lalu. “Mungkin karena kondisi ekonomi masyarakat, jadi mereka menunda niat tahun ini,” ucapnya.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap ada lonjakan pembelian di malam takbiran hingga esok pagi sebelum waktu penyembelihan. “Kami masih optimis, semoga malam ini banyak yang beli. Karena qurban itu ibadah, semoga niat baik masyarakat tetap ada,” pungkas Dani.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.