Jelang COP28, Anak Muda Indonesia Suarakan Keadilan Iklim di Lebanon

ED
Senin, 25 September 2023 | 10:38 WIB
Bagikan
Jelang COP28, Anak Muda Indonesia Suarakan Keadilan Iklim di Lebanon
  • Bersama perwakilan dari 100 negara lainnya. 

VISI.NEWS | JAKARTA - Lima anak muda perwakilan koalisi VCA (Voices for Just Climate Action) Indonesia terpilih untuk mengikuti Climate Justice Camp 2023 di Lebanon. Kegiatan ini mempertemukan 450 pemimpin muda dari hampir 100 negara untuk mengembangkan strategi dan tuntutan bagi para pengambil keputusan supaya menempatkan keadilan iklim sebagai inti kebijakan, khususnya menjelang COP28. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Greenpeace MENA, Roots People, dan 40 lebih organisasi internasional.

Adapun kelima anak muda yang terpilih merupakan perwakilan dari setiap koalisi yang tergabung dalam Aliansi VCA Indonesia, terdiri dari Ayu Rahayu mewakili Koalisi Pangan BAIK, Eulis Utami mewakili KOPI (Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim), Ullya Farah mewakili Koalisi Adaptasi, Christa Gabriela dan Maria B. Tukan mewakili Koalisi SIPIL. Dalam kegiatan ini, rilis yang diterima VISI.NEWS, Senin (25/9/2023), menyebutkan, peserta diberikan peningkatan kapasitas yang dikemas dalam lokakarya interaktif mengenai topik loss and damage, adaptasi iklim, polusi plastik, deforestasi, penghapusan bahan bakar fosil, serta mendapatkan cerita inspiratif mengenai perjuangan aktivisme anak muda dari negara lain dalam sesi human LIVErary. Seperti yang kita ketahui sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Sehingga keterlibatan anak muda menjadi sangat penting untuk menyebarluaskan penyadartahuan mengenai mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Membawa semangat aksi iklim yang berkeadilan untuk disuarakan di Lebanon, kelima anak muda perwakilan Aliansi VCA Indonesia berkesempatan untuk menyelenggarakan sesi workshop mengenai praktik baik mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang sudah dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT merupakan salah satu provinsi yang dikelilingi wilayah pesisir dan paling terdampak dari perubahan iklim, salah satu contohnya adalah badai tropis seroja yang menerjang sejumlah wilayah NTT pada 2021. Namun, dengan kekayaan kearifan lokal yang ada di NTT, banyak praktik baik mengenai adaptasi dan mitigasi yang sudah dilakukan seperti ketahanan pangan melalui budidaya sorgum dan pangan lokal lainnya oleh masyarakat adat, ritual adat jaga hutan untuk keberlangsungan sumber air, penanaman mangrove oleh masyarakat pesisir, dan juga kampanye aksi iklim yang digerakan oleh sejumlah anak muda di NTT.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.