Jejak Kejayaan Majapahit dan Nikmatnya Kuliner Legendaris Mojokerto

ED
Senin, 22 Juni 2026 | 16:34 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | MOJOKERTO – Perjalanan Tim Gowes VISI.NEWS menyusuri jalur sejarah di Jawa Timur berlanjut ke Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/6/2026). Daerah yang dikenal sebagai pusat peradaban Kerajaan Majapahit ini menyuguhkan pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata sejarah, religi, hingga kuliner khas yang menggugah selera.

Setibanya di kawasan Trowulan, tim langsung memulai penelusuran berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi kejayaan kerajaan terbesar di Nusantara. Kawasan ini menyimpan banyak peninggalan penting yang hingga kini masih terawat dan menjadi tujuan wisata edukasi bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Perjalanan diawali dengan mengunjungi Makam Troloyo, kompleks pemakaman kuno yang dipercaya menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting pada masa Majapahit. Suasana tenang dan nuansa religius begitu terasa di lokasi yang banyak dikunjungi peziarah tersebut.

Dari sana, tim melanjutkan perjalanan menuju Candi Kedaton, salah satu situs arkeologi penting yang diyakini pernah menjadi bagian dari kompleks permukiman atau pusat pemerintahan Majapahit. Struktur bata merah yang masih tersisa memberikan gambaran mengenai kemegahan arsitektur masa lampau.

Perjalanan sejarah berlanjut ke Petilasan Gajah Mada, tempat yang dikaitkan dengan sosok mahapatih legendaris Kerajaan Majapahit. Nama Gajah Mada begitu dikenal dalam sejarah Indonesia karena Sumpah Palapa yang menjadi simbol persatuan Nusantara.

Tim kemudian mengunjungi Pendopo Agung Trowulan, lokasi yang sering dikaitkan dengan pusat aktivitas pemerintahan Majapahit. Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat berbagai artefak dan informasi mengenai perjalanan panjang kerajaan yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

Tak jauh dari sana, Tim Gowes VISI.NEWS menyempatkan diri menjelajahi Museum Majapahit Trowulan. Museum ini menyimpan beragam koleksi benda bersejarah seperti arca, keramik, prasasti, hingga peralatan rumah tangga yang ditemukan dari hasil ekskavasi di kawasan Trowulan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Makam Putri Cempo, yang memiliki keterkaitan dengan penyebaran Islam pada masa akhir Kerajaan Majapahit. Situs ini menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah.

Rangkaian perjalanan sejarah berlanjut ke Siti Inggil, yang dikenal sebagai rumah atau petilasan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Lokasi ini menjadi salah satu titik penting dalam narasi berdirinya kerajaan yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14.

Selanjutnya tim mengunjungi Candi Brahu, salah satu candi tertua dan paling terkenal di Trowulan. Bangunan bata merah yang masih berdiri kokoh tersebut menjadi ikon wisata sejarah Mojokerto dan selalu menarik perhatian para wisatawan.

Perjalanan ditutup dengan mengunjungi Petilasan Tribhuwana Tunggadewi, ratu Majapahit yang memiliki peran besar dalam memperluas wilayah kekuasaan kerajaan sebelum dilanjutkan oleh putranya, Hayam Wuruk.

Salah seorang anggota Tim Gowes VISI.NEWS, Edi Sudjono, mengaku terkesan dengan kekayaan sejarah yang dimiliki Mojokerto.

"Berada di Trowulan seperti diajak kembali ke masa kejayaan Majapahit. Hampir setiap sudut memiliki cerita sejarah yang luar biasa. Ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang belajar yang sangat penting untuk memahami perjalanan bangsa Indonesia," ujar Edi.

Menurutnya, kawasan Trowulan layak menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah Nusantara secara lebih mendalam.

"Jejak peninggalan Majapahit di Mojokerto sangat lengkap. Dari makam, petilasan, candi hingga museum, semuanya memberikan gambaran tentang betapa majunya peradaban Nusantara pada masa itu," katanya.

Menikmati Kuliner Khas Mojokerto

Selain menawarkan wisata sejarah yang kaya, Mojokerto juga memanjakan wisatawan dengan beragam kuliner khas yang unik dan menggugah selera.

Salah satu yang menjadi perhatian tim adalah Ayam Panggang Mojopahit, olahan ayam kampung dengan racikan rempah khas yang dipanggang hingga bumbu meresap sempurna ke dalam daging. Cita rasanya memadukan gurih dan manis dengan aroma rempah yang kuat.

Kuliner berikutnya yang tak kalah menarik adalah Sambel Wader, hidangan khas kawasan wisata Trowulan. Ikan wader goreng yang renyah disajikan bersama sambal pedas dan lalapan segar, menjadi teman sempurna untuk menikmati nasi hangat setelah seharian berkeliling situs sejarah.

Tim juga mencicipi Sate Keong, kuliner unik berbahan dasar keong sawah yang diolah dengan bumbu rempah khas. Teksturnya kenyal dengan rasa gurih yang berbeda dari sate pada umumnya.

Sementara bagi pecinta sate, Sate Bangil di Jalan Mojopahit menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. Daging satenya terkenal empuk, dibakar dengan tingkat kematangan yang pas serta disajikan dengan bumbu yang kaya rasa.

"Mojokerto tidak hanya menawarkan sejarah yang luar biasa, tetapi juga kekayaan kuliner yang khas. Setelah seharian mengunjungi situs-situs Majapahit, menikmati kuliner lokal menjadi pengalaman yang melengkapi perjalanan," tambah Edi.

Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap batu bata, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.