"Jawa Barat Berzikir" di Ma'had Baitul Arqom Dihadiri Ribuan Santri dan Jemaah
Sejak saat itu, lanjutnya, syair-syair pujian kepada Rasulullah dikenal sebagai burdah, dan menjadi bagian penting dalam tradisi Islam Nusantara, termasuk dalam pembacaan Barzanji dan Maulid. Menurut KH Said, hal ini juga menjadi dasar kuat bagi praktik tawasul dan zikir yang menjadi ciri khas amaliah Nahdliyin.
Syair Barzanji kembali menggema malam itu, saat mengakhiri ceramahnya, membuat suasana Ma’had terasa sakral: "Ya Rabbi shalli ‘ala Muhammad. Ya Rabbi barik ‘alaihi wasallim. Antal imamu alladzi nuruhu. Yuqtafa bihil anamu ‘ala sirathil qawim"
Dalam penutupnya, KH Said Aqil menegaskan bahwa mencintai Nabi tidak hanya dengan lisan, tetapi dengan amalan, akhlak, dan penghormatan terhadap warisan tradisi para ulama. "Selama itu tidak bertentangan dengan syariat, dan mengandung cinta kepada Rasul, maka insyaAllah itu jalan kebaikan," pungkasnya. Jamaah pun tenggelam dalam lantunan zikir dan salawat hingga larut malam.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!