Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Jatuh di Kamar Mandi Bisa Terkait Hipertensi, Ini Langkah Pertama Penanganannya

Desi Rossilawati
Kamis, 19 Juni 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Jatuh di Kamar Mandi Bisa Terkait Hipertensi, Ini Langkah Pertama Penanganannya
VISI.NEWS | BANDUNG - Perhimpunan Hipertensi Indonesia (INASH) mengingatkan pentingnya masyarakat memiliki kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara mandiri kepada penderita hipertensi, khususnya saat mengalami kondisi darurat seperti pingsan mendadak. Sekretaris Jenderal INASH, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), menyampaikan bahwa lonjakan tekanan darah yang tiba-tiba dan tinggi berpotensi memicu gangguan serius pada sistem pembuluh darah, terutama otak dan jantung. Menurut Ario, meskipun jatuh di kamar mandi bisa disebabkan berbagai faktor, tekanan darah tinggi yang ekstrem bisa menyebabkan pendarahan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga menyebabkan pasien kehilangan kesadaran. Ini bisa terjadi tanpa gejala awal yang jelas. Jika seseorang tiba-tiba jatuh dan tidak sadar, masyarakat bisa segera memberikan BHD dengan langkah-langkah berikut: 1. Pastikan area sekitar aman. 2. Periksa kesadaran dan pernapasan dengan memanggil pasien dan menepuk tubuh secara perlahan. 3. Hubungi layanan medis secepatnya. 4. Bila tersedia, berikan oksigen. 5. Jika terjadi henti jantung, segera lakukan kompresi jantung. Ario menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi kerap tidak menunjukkan gejala khas. Gejala seperti pusing atau nyeri kepala tidak selalu berarti tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh. Untuk mencegah komplikasi hipertensi, Ario menyarankan masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, memperbanyak makan buah dan sayur, rutin berolahraga sesuai kemampuan, dan menjaga tekanan darah di bawah 130/90 mmHg. Pemeriksaan tekanan darah juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan alat digital. Disarankan untuk mengukur tekanan darah pagi dan malam hari dalam posisi duduk rileks, dengan lengan diletakkan setinggi jantung. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.