Jangan Lengah, Lawan Kita Tak Pernah Tidur
"Dunia ini tempat penggemblengan, tempat ujian. Jangan harap kita memperoleh kesenangan, kebahagiaan di dunia. Maksudnya yang hakiki. Kalau ada kesenangan di dunia itu hanya cipratan saja dari kesenangan kebahagiaan yang telah disiapkan oleh Allah nanti di akhirat," terangnya.
Menurut Kiai Miftach, susah dan senang adalah ujian. Begitu juga kaya dan miskin. Manusia yang hidupnya diuji dengan ketidaknyamanan dan ketidakmapanan secara ekonomi, hendaknya tidak berkecil hati. Karena dunia bukanlah tujuan, melainkan hanya tempat persinggahan untuk menggapai kehidupan selanjutnya yang kekal, yaitu di akhirat.
"Kita selalu dalam ujian terus. Tidak apa-apa sengsara sekarang, (tapi) bahagia kemudian, kesulitan (dihadapi) sekarang, tapi kemudahan nantinya. Yang mudah tidak akan pernah ada selesainya, gampang terus menerus. Nanti tapi," ungkapnya.
Demikian itu harus menjadi acuan penting bagi manusia dalam meniti kehidupan di dunia. Sehingga selama di dunia fokus untuk meraih kehidupan hakiki yang telah dijanjikan oleh Allah swt. "Ini harus dibuat pegangan. Pokoknya dunia itu ya seperti ini, isian-isiannya seperti ini," tuturnya.
@nia/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!