Netty Dorong RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Beri Kepastian bagi Pekerja dan Pengusaha 18 Sep 2026 Mengapa Sup Ayam Cocok Dikonsumsi Saat Sedang Sakit? 18 Sep 2026 Multivitamin Harian Berpotensi Bantu Jaga Fungsi Tubuh Saat Menua 18 Sep 2026 KIP Kuliah 2026 Cair Kapan? Simak 6 Tahap Pencairannya 18 Sep 2026 Prediksi Susunan Pemain Persib vs Persijap, Julio Cesar Kembali 18 Sep 2026 Sambut Hari Sumpah Pemuda, Bupati Bandung Dukung Renovasi Gedung KNPI Setelah Seperempat Abad 18 Sep 2026 Purbaya Muncul di Survei Nasional, Berpeluang Masuk Pilgub Jabar 2029? 18 Sep 2026 Link Live Streaming Arema FC vs Persik Kediri di Super League 2026 18 Sep 2026 Legenda Siti Samboja Hidup Kembali di Panggung Teater 18 Sep 2026 Nusron Wahid Bantah Isu Mundur dari Jabatan Menteri ATR/BPN 18 Sep 2026 Netty Dorong RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Beri Kepastian bagi Pekerja dan Pengusaha 18 Sep 2026 Mengapa Sup Ayam Cocok Dikonsumsi Saat Sedang Sakit? 18 Sep 2026 Multivitamin Harian Berpotensi Bantu Jaga Fungsi Tubuh Saat Menua 18 Sep 2026 KIP Kuliah 2026 Cair Kapan? Simak 6 Tahap Pencairannya 18 Sep 2026 Prediksi Susunan Pemain Persib vs Persijap, Julio Cesar Kembali 18 Sep 2026 Sambut Hari Sumpah Pemuda, Bupati Bandung Dukung Renovasi Gedung KNPI Setelah Seperempat Abad 18 Sep 2026 Purbaya Muncul di Survei Nasional, Berpeluang Masuk Pilgub Jabar 2029? 18 Sep 2026 Link Live Streaming Arema FC vs Persik Kediri di Super League 2026 18 Sep 2026 Legenda Siti Samboja Hidup Kembali di Panggung Teater 18 Sep 2026 Nusron Wahid Bantah Isu Mundur dari Jabatan Menteri ATR/BPN 18 Sep 2026

Jangan Langsung Dimakan, Apel Sebaiknya Dicuci Sebelum Dikonsumsi

Desi Rossilawati
Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB
Bagikan
Jangan Langsung Dimakan, Apel Sebaiknya Dicuci Sebelum Dikonsumsi

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWSApel merupakan salah satu camilan sehat yang praktis dikonsumsi. Satu buah apel dapat mengandung hingga 5 gram serat.

Meski praktis, apel sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran, bakteri, serta residu yang mungkin menempel di permukaannya.

Profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., menjelaskan bahwa apel melalui berbagai tahapan sebelum sampai ke tangan konsumen.

“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme," kata Darin dalam keterangannya dikutip, Selasa (15/9/2026).

Menurut Detwiler, mencuci apel dapat membantu menghilangkan kotoran sekaligus mengurangi mikroorganisme yang mungkin terdapat di permukaan buah. Namun, proses pencucian tidak berarti mensterilkan apel atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.

Cuci Apel Sebelum Dikupas

Mencuci apel juga penting meskipun buah tersebut akan dikupas. Pasalnya, pisau atau pengupas yang digunakan dapat membawa kontaminasi dari permukaan luar menuju bagian daging buah.

Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles Jackie Newgent, RDN, menyampaikan terdapat tiga langkah yang secara umum dapat dilakukan untuk mencuci apel di rumah.

Pertama, gunakan sikat buah dan sayur yang bersih. Gosok seluruh permukaan apel secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir.

Setelah itu, keringkan apel menggunakan handuk dapur bersih atau tisu dapur.

Tidak Perlu Menggunakan Sabun

Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, mengatakan apel tidak perlu dicuci menggunakan sabun atau deterjen.

"Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu, dan baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur," kata Vaccaro.

Selain mencuci buah, kebersihan peralatan dan tangan juga perlu diperhatikan. Vaccaro menyarankan agar buah dan sayuran dijauhkan dari daging mentah, unggas, serta makanan laut.

Ia juga mengingatkan agar tangan, talenan, dan peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih untuk mencegah kontaminasi silang.

Cara tersebut penting agar bakteri dari bahan makanan lain tidak berpindah ke apel yang sudah dicuci.

Perlukah Apel Direndam?

Merendam apel juga disebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsentrasi pestisida. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam hasil pertanian menggunakan larutan cuka atau soda kue dapat mengurangi residu pestisida tertentu.

Sebuah meta-analisis yang meninjau sejumlah penelitian menemukan bahwa perendaman hasil pertanian, seperti tomat dan paprika, dapat mengurangi keberadaan pestisida tertentu.

Namun, hasil penelitian tersebut bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan pengurangan residu sebesar 0 persen, sementara penelitian lainnya melaporkan pengurangan hingga 94 persen.

Karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui konsentrasi dan jenis larutan yang paling efektif dalam mengurangi residu pestisida.

Vaccaro juga tidak menyarankan semua buah dan sayuran direndam bersama-sama.

“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” katanya.

Buang Bagian Apel yang Rusak

Selain mencuci, bagian apel yang mengalami kerusakan juga sebaiknya dibuang. Area yang memar atau rusak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Dengan demikian, mencuci apel di bawah air mengalir, menggunakan peralatan yang bersih, serta membuang bagian yang rusak menjadi langkah sederhana sebelum buah dikonsumsi.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.