Jangan Langsung Dimakan, Apel Sebaiknya Dicuci Sebelum Dikonsumsi
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Apel merupakan salah satu camilan sehat yang praktis dikonsumsi. Satu buah apel dapat mengandung hingga 5 gram serat.
Meski praktis, apel sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran, bakteri, serta residu yang mungkin menempel di permukaannya.
Profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., menjelaskan bahwa apel melalui berbagai tahapan sebelum sampai ke tangan konsumen.
“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme," kata Darin dalam keterangannya dikutip, Selasa (15/9/2026).
Menurut Detwiler, mencuci apel dapat membantu menghilangkan kotoran sekaligus mengurangi mikroorganisme yang mungkin terdapat di permukaan buah. Namun, proses pencucian tidak berarti mensterilkan apel atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.
Cuci Apel Sebelum Dikupas
Mencuci apel juga penting meskipun buah tersebut akan dikupas. Pasalnya, pisau atau pengupas yang digunakan dapat membawa kontaminasi dari permukaan luar menuju bagian daging buah.
Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles Jackie Newgent, RDN, menyampaikan terdapat tiga langkah yang secara umum dapat dilakukan untuk mencuci apel di rumah.
Pertama, gunakan sikat buah dan sayur yang bersih. Gosok seluruh permukaan apel secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir.
Setelah itu, keringkan apel menggunakan handuk dapur bersih atau tisu dapur.
Tidak Perlu Menggunakan Sabun
Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, mengatakan apel tidak perlu dicuci menggunakan sabun atau deterjen.
"Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu, dan baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur," kata Vaccaro.
Selain mencuci buah, kebersihan peralatan dan tangan juga perlu diperhatikan. Vaccaro menyarankan agar buah dan sayuran dijauhkan dari daging mentah, unggas, serta makanan laut.
Ia juga mengingatkan agar tangan, talenan, dan peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih untuk mencegah kontaminasi silang.
Cara tersebut penting agar bakteri dari bahan makanan lain tidak berpindah ke apel yang sudah dicuci.
Perlukah Apel Direndam?
Merendam apel juga disebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsentrasi pestisida. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam hasil pertanian menggunakan larutan cuka atau soda kue dapat mengurangi residu pestisida tertentu.
Sebuah meta-analisis yang meninjau sejumlah penelitian menemukan bahwa perendaman hasil pertanian, seperti tomat dan paprika, dapat mengurangi keberadaan pestisida tertentu.
Namun, hasil penelitian tersebut bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan pengurangan residu sebesar 0 persen, sementara penelitian lainnya melaporkan pengurangan hingga 94 persen.
Karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui konsentrasi dan jenis larutan yang paling efektif dalam mengurangi residu pestisida.
Vaccaro juga tidak menyarankan semua buah dan sayuran direndam bersama-sama.
“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” katanya.
Buang Bagian Apel yang Rusak
Selain mencuci, bagian apel yang mengalami kerusakan juga sebaiknya dibuang. Area yang memar atau rusak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit.
Dengan demikian, mencuci apel di bawah air mengalir, menggunakan peralatan yang bersih, serta membuang bagian yang rusak menjadi langkah sederhana sebelum buah dikonsumsi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!