Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Jam Kiamat Tinggal 89 Detik: Apa yang Akan Terjadi di Tengah Malam?

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 20:05 WIB
Bagikan
Jam Kiamat Tinggal 89 Detik: Apa yang Akan Terjadi di Tengah Malam?
VISI.NEWS | BANDUNG - Doomsday Clock atau Jam Kiamat kini menunjukkan waktu 89 detik sebelum tengah malam, posisi terdekat yang pernah dicapai dalam sejarah manusia. Jam ini bukan alat penunjuk waktu biasa, melainkan simbol yang mencerminkan kedekatan umat manusia dengan bencana global akibat perang nuklir, perubahan iklim, atau ancaman eksistensial lainnya. Diciptakan pada tahun 1947 oleh Bulletin of the Atomic Scientists dengan masukan dari tokoh-tokoh seperti Albert Einstein dan J. Robert Oppenheimer, Jam Kiamat memberikan peringatan simbolis terkait ancaman yang mengintai keberlangsungan peradaban. Setiap tahun, para ilmuwan dan pemenang Nobel mengevaluasi risiko global untuk menentukan posisi jarum jam tersebut. Jika Jam Kiamat benar-benar mencapai tengah malam, bukan berarti dunia akan hancur seketika. Ini lebih menandakan bahwa manusia gagal mencegah bencana besar yang dapat membawa dampak serius:
  1. Perang Nuklir: Konflik bersenjata nuklir dapat menghancurkan wilayah luas, menewaskan jutaan orang, dan menyebabkan kehancuran lingkungan jangka panjang serta kekacauan sosial.
  2. Krisis Iklim: Bencana iklim akan menjadi hal biasa, pasokan pangan terancam, dan migrasi massal memicu ketidakstabilan politik.
  3. Serangan Siber: Gangguan besar pada infrastruktur penting seperti jaringan listrik dan sistem komunikasi dapat merusak ekonomi dan kehidupan masyarakat secara luas.
Namun, posisi jarum Jam Kiamat dapat kembali menjauh dari tengah malam jika umat manusia mengambil tindakan nyata. Solusi yang perlu dilakukan mencakup de-eskalasi nuklir melalui perjanjian internasional, percepatan transisi energi terbarukan, serta inovasi dalam teknologi penangkapan karbon dan pertanian tahan iklim. Selain itu, regulasi yang jelas terhadap teknologi canggih seperti AI dan bioteknologi dapat mencegah penyalahgunaan yang berpotensi membahayakan. Transparansi dalam penelitian juga menjadi kunci penting untuk mengurangi risiko disinformasi dan penggunaan senjata otomatis. Jam Kiamat adalah pengingat bahwa harapan belum sepenuhnya sirna. Kolaborasi global yang kuat masih dapat membawa dunia menjauh dari bencana. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.