Jalan Sehat dan Senam Pagi di GOR Sidoarjo untuk Peringati Hari Kesehatan Jiwa
Erna mengungkapkan, kesenjangan pengobatan (treatment gap) terhadap orang dengan gangguan jiwa masih tinggi.
Hal ini disebabkan oleh akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas baik secara global maupun regional.
"Dengan adanya keterbatasan tersebut mengakibatkan 91% penderita depresi tidak berobat atau menjalankan pengobatan medis," kata Erna.
Sedangkan cakupan penderita gangguan jiwa skizofernia/psikosis yang tidak rutin minum obat sejumlah 52,1 % se Indonesia (Kemenkes, 2022).
YLKN, melalui projek Community Health Empowerment for Early-Detecting and Reintegrating of Schizophrenia (CHEERS), sejak tahun 2020 telah bekerja di Kecamatan Wonoayu, Tarik, Krian.
Untuk tahun 2023, terdapat pengembangan wilayah di Puskesmas Waru dan Puskesmas Taman. Dari beberapa wilayah tersebut telah bergabung 171 kader Kesehatan Jiwa serta kurang lebih 295 Orang dengan Skizofrenia di Kabupaten Sidoarjo yang didampingi. @agung hf
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!