Jadikan Cermin, Mengenang Cerita Duka Dibalik Pemilu Serentak 2019

ED
Kamis, 3 Februari 2022 | 19:10 WIB
Bagikan
Jadikan Cermin, Mengenang Cerita Duka Dibalik Pemilu Serentak 2019

VISI.NEWS |BANDUNG - Dibalik gelaran Pemilu serentak 2019 yang lalu, banyak menyimpan duka dirasa keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia dalam melaksanakan tugasnya di TPS. Hal ini harus jadi cermin dan dikhawatirkan terulang kembali pada agenda politik Tahun 2024 mendatang.

Negi Yusuf, salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi di wilayah Tamansari Bandung, Kamis (3/2/2022), mengatakan, peristiwa nahas yang menelan banyak korban jiwa pada petugas KPPS di Pemilu 2019, seharusnya menjadi bahan pertimbangan serius bagi KPU dan pemerintah.

"Pemilu mendatang tetap digelar serentak, sementara pemecahan masalah terkait kelelahan petugas KPPS belum banyak dibahas, padahal banyak petugas KPPS menjadi korban," katanya.

Sebanyak 894 petugas KPPS meninggal dunia diduga karena kelelahan menjalani tugas kepemiluan di Tahun 2019, pasalnya terdapat lima jenis pemilihan yang dijalani masyarakat, diantaranya pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR, DPD, serta DPRD kabupaten dan kota.

"Rencananya, pada Pemilu serentak 2024 nanti, juga akan dilakukan agenda politik yang sama seperti Pemilu 2019, namun di Tahun 2024, terdapat tambahan pemilihan yakni Pilkada," ungkap Negi.

Sistem keserentakan dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia, lanjut Negi, jelas beresiko dan harus di sempurnakan, selain itu UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, diketahui tidak dilakukan perbaikan, dan ini sangat disayangkan.

"Idealnya pemilu tidak serentak lima kotak seperti saat ini, dan UU ini yang menjadi dasar pemilu dengan korban jiwa terbanyak di 2019, oleh karena itu korban jiwa petugas KPPS di Pemilu serentak 2024 semoga tidak terjadi lagi," ujarnya.

Sekedar diketahui, kritik gelaran Pemilu serentak, juga disampaikan eks Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, terlepas figur tersebut merupakan seorang politisi, namun permintaan salah seorang pentolan Partai Gelora tersebut sependapat dengan keinginan masyarakat, terutama kalangan pemilih berusia lanjut.

"Fahri mendorong agar Pemilu 2024 tak diadakan secara serentak, dan secara pribadi saya sangat mengaminkan permintaan eks Pimpinan DPP PKS tersebut," pungkasnya.@eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.