Jadi Tersangka Kasus Korupsi Minyak, Ini Profil Riza Chalid
VISI.NEWS | JAKARTA - Nama Mohammad Riza Chalid kembali mencuat ke publik usai Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) resmi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina. Pria yang dijuluki "Saudagar Minyak" itu disebut telah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan dan kini diketahui berada di Singapura.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Abdul Qohar menjelaskan bahwa Riza tidak berada di Indonesia dan telah menjadi perhatian Kejagung. “Khusus MRC, selama tiga kali berturut-turut dipanggil dengan patut, tidak hadir. Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri,” ungkap Qohar, Kamis (10/7/2025).
Kejagung pun mengambil langkah diplomatik dan hukum dengan menggandeng Kejaksaan Singapura guna melacak keberadaan Riza. Koordinasi dengan perwakilan kejaksaan Indonesia di luar negeri juga sudah dilakukan, menyusul informasi bahwa Riza tinggal di Singapura sejak lama.
Riza Chalid lahir pada tahun 1960 dan dikenal luas sebagai pengusaha dengan jaringan bisnis yang luas, mulai dari ritel mode, kebun sawit, hingga minyak dan gas. Ia pernah mendominasi impor minyak Indonesia melalui perusahaan Petral, yang berbasis di Singapura. Nilai bisnisnya diperkirakan mencapai USD 30 miliar per tahun, sementara kekayaannya pernah ditaksir mencapai USD 415 juta.
Ia menikah dengan Roestriana Adrianti (Uchu Riza) dan memiliki dua anak. Selama dekade 2000-an, keluarga ini menetap di Singapura dan aktif dalam sejumlah kegiatan sosial dan bisnis pendidikan, termasuk mendirikan Sekolah Islam Internasional Al Jabr dan wahana edukasi KidZania Jakarta.
Namun di balik citra pengusaha sukses, Riza tak lepas dari kontroversi. Ia sempat dikaitkan dengan skandal perpanjangan izin PT Freeport Indonesia bersama Ketua DPR saat itu, Setya Novanto. Namanya juga sering disebut dalam persoalan harga minyak tak kompetitif akibat pengaruh Petral.
Riza diketahui memiliki banyak perusahaan berbasis di luar negeri seperti Supreme Energy, Straits Oil, hingga Paramount Petroleum. Beberapa di antaranya terdaftar di Kepulauan Virgin, yang dikenal sebagai tempat perlindungan pajak para miliarder global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!