Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Waktu Terbaik Mencari Lailatul Qadar
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 20 Maret 2025 | 19:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Menjelang 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Muslim berusaha meningkatkan ibadah mereka untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencari berkah malam Lailatul Qadar, yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Salah satu ibadah yang banyak dilakukan pada malam-malam ini adalah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah dari malam hingga dini hari. Namun, masih banyak yang bertanya kapan itikaf sebaiknya dilakukan dan berapa lama waktu yang diperlukan.
Itikaf dalam Islam berarti berdiam diri di masjid dengan niat ibadah untuk jangka waktu tertentu. Secara bahasa, itikaf berarti menetap atau mencurahkan waktu untuk sesuatu. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"... Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang itikaf, yang rukuk, dan yang sujud.." (QS. Al-Baqarah: 125)
"... Janganlah kamu campuri mereka itu (istri-istrimu), sedangkan kamu beri'tikaf dalam masjid..." (QS. Al-Baqarah: 187)
Dari ayat-ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa itikaf merupakan ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan di dalam masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurut beberapa hadis sahih, itikaf dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut beberapa hadis yang menjelaskan waktu itikaf:
1. Hadis dari Aisyah radhiyallahu 'anha, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim:
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian aku melakukan itikaf setelah beliau."
2. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan itikaf sepuluh hari terakhir di setiap bulan Ramadan. Pada tahun beliau diwafatkan, beliau itikaf selama dua puluh hari."
3. Hadis dari Aisyah radhiyallahu 'anha, diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi:
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan dan bersabda: 'Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.'"
4. Hadis lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim:
"Jika masuk sepuluh hari terakhir, Nabi mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam, dan membangunkan istri-istrinya."
Makna 'mengencangkan ikat pinggang' dalam hadis ini merujuk pada kesungguhan Nabi dalam beribadah dan menjauhi hubungan suami-istri selama itikaf.
Berdasarkan dalil-dalil yang ada, itikaf paling utama dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan, namun tetap boleh dilakukan di luar waktu tersebut sebagai bentuk ibadah sunnah. Beberapa sahabat juga pernah melakukan itikaf di luar Ramadhan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan untuk memperbanyak ibadah, umat Muslim berharap mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar dan memperoleh pahala yang berlimpah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!