Iran Redam Kekhawatiran Dunia, Menlu Tegaskan Tak Ada Eksekusi Mati Demonstran
Gelombang unjuk rasa yang mengguncang Iran sejak bulan lalu berawal dari protes terhadap memburuknya kondisi ekonomi, termasuk inflasi tinggi dan pengangguran. Seiring waktu, aksi tersebut berkembang menjadi gerakan yang menantang pemerintahan teokratis yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi berubah menjadi kerusuhan yang memicu bentrokan dengan aparat keamanan. Seorang pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 orang dilaporkan tewas selama rangkaian unjuk rasa tersebut.
Pernyataan Araghchi dinilai sebagai langkah diplomatik untuk menenangkan tekanan internasional, sekaligus menepis kekhawatiran bahwa Iran akan kembali menerapkan hukuman mati terhadap demonstran seperti yang terjadi pada gelombang protes sebelumnya. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!