Iran Keluhkan Visa Delegasi untuk Piala Dunia 2026

Desi Rossilawati
Sabtu, 6 Juni 2026 | 23:53 WIB
Bagikan
Iran Keluhkan Visa Delegasi untuk Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich./visi.news/afp.

VISI.NEWS | BANDUNG - Persiapan tim nasional Iran menuju Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi yang melibatkan Amerika Serikat sebagai salah satu negara tuan rumah. Di tengah hitung mundur menuju pembukaan turnamen pada 11 Juni, Iran mengkritik keras keputusan otoritas Amerika Serikat yang belum menerbitkan visa bagi sebagian anggota delegasinya.

Masalah ini muncul ketika para pemain dan staf teknis Iran telah memperoleh izin masuk, sementara sejumlah anggota manajemen dan administrasi tim masih menghadapi kendala. Situasi tersebut memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebijakan keamanan suatu negara dan prinsip kesetaraan dalam ajang olahraga internasional.

"Visa telah diterbitkan untuk tim nasional dan staf teknis, tetapi ada 15 anggota administrasi dan manajemen yang visanya bermasalah dan belum diterbitkan oleh Amerika Serikat," kata seorang reporter televisi pemerintah dari Kota Antalya, Turki, tempat tim Iran menjalani pemusatan latihan.

Persoalan ini menjadi sensitif karena terjadi menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia yang seharusnya menjadi ruang netral bagi seluruh peserta. Kedutaan Besar Iran di Turki bahkan menilai keputusan tersebut sebagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap delegasi negaranya.

"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional Iran ke tingkat tertinggi," tulis kedutaan tersebut di X.

"FIFA harus meminta pertanggungjawaban AS atas pelanggaran aturan dan perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional Iran."

Federasi Sepak Bola Iran juga mengambil sikap serupa. Mereka menilai persoalan visa ini telah melampaui urusan administratif dan berpotensi mencampurkan kepentingan politik ke dalam dunia olahraga.

"Dengan memperluas perilaku permusuhannya terhadap bangsa Iran ke ranah olahraga, pemerintah AS telah merampas kesempatan tim nasional Iran untuk bertanding tanpa diskriminasi," demikian pernyataan federasi.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat sebelumnya memberi sinyal bahwa persoalan tersebut bukan berkaitan dengan para pemain. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada April lalu menyebut masalah berada pada beberapa individu yang ikut dalam rombongan Iran dan mengisyaratkan adanya pertimbangan keamanan tertentu.

Kontroversi ini juga tidak dapat dilepaskan dari hubungan politik yang masih tegang antara kedua negara. Ketegangan geopolitik yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir membuat setiap keputusan terkait mobilitas warga Iran mendapat perhatian lebih besar dari publik internasional.

Bagi FIFA, kasus ini berpotensi menjadi ujian dalam memastikan seluruh peserta memperoleh perlakuan yang setara selama pelaksanaan turnamen. Sementara bagi Iran, persoalan visa bukan hanya menyangkut administrasi perjalanan, tetapi juga simbol pengakuan dan akses yang sama dalam kompetisi olahraga global.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.