Iran: Ancaman Sanksi Minyak dari AS Tak Akan Ubah Sikap Kami
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 3 Mei 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | IRAN - Pemerintah Iran menegaskan bahwa sanksi-sanksi baru yang dilontarkan Amerika Serikat, termasuk ancaman terhadap para pembeli minyak Iran, tidak akan mengubah arah kebijakan negara itu. Pernyataan keras ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat (2/5/2025), sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta dunia untuk segera menghentikan semua transaksi minyak dan produk petrokimia dengan Iran.
"Kelanjutan dari perilaku ilegal ini tidak akan mengubah posisi Iran yang logis, sah, dan berdasarkan hukum internasional," kata pihak Kemenlu Iran, seperti dikutip BBC.
Mereka juga mengecam AS karena terus menekan mitra dagang Iran dan memperkeruh suasana diplomasi dengan menciptakan ketidakpercayaan.
Sehari sebelumnya, Trump membuat pernyataan tegas di Truth Social, menyerukan agar semua pembelian minyak dan petrokimia dari Iran dihentikan secepatnya. Ia juga memperingatkan bahwa siapa pun, baik negara maupun individu yang masih membeli produk energi dari Iran akan dikenakan sanksi sekunder secara langsung oleh AS.
Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan yang kembali meningkat setelah Iran mengonfirmasi penundaan putaran baru pembicaraan nuklir dengan AS. Negosiasi tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, namun Oman selaku mediator menyatakan jadwal baru akan diumumkan setelah ada kesepakatan dari kedua pihak. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!