IPNU Jawa Barat Kehilangan Nurani
5. Optimalisasi pemerataan akses Pendidikan di Jawa Barat.
Tuntutan-tuntutan ini hadir atas hasil diskusi PW IPNU Jawa Barat beserta kawan-kawan organisasi kepelajaran yang lain di Jawa Barat pada hari Senin (1/9/2025) bertempat di Basecamp IPNU Jawa Barat.
Dengan aksi, pelajar diajarkan untuk menghargai suaranya sendiri. Menghargai kesedihannya melihat ibu pertiwi yang kini tengah di eksploitasi.
Namun yang lebih menyedihkan justru datang dari ketua-ketua organisasi yang terlambat datang ke lokasi aksi dan malah membubarkan massa ditengah aksi berlangsung. Dari hal ini kita patut bertanya:
Bukankah pelajar-pelajar yang datang dari berbagai cabang di daerah untuk menyuarakan pendapatnya hadir atas undangan PW IPNU Jawa Barat? Dimanakah keberanian intektual di tubuh IPNU kini bersemayam? Apakah IPNU, organisasi yang lahir dari Rahim Nahdlatul Ulama dengan sejarah Panjang perlawanan moral dan keberpihakan pada rakyat kecil, kini terjebak dalam ketakutan dan dikondisikan penguasa?
Saya teringat ungkapan KH Tolchah Mansoer (Ketua Umum pertama IPNU) bahwa 'Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat'.
Ketika pelajar turun ke jalan bukan untuk mencari sensasi, melainkan menagih nurani bangsa, maka pembubaran aksisama artinya dengan pengkhianatan terhadap cita-cita perjuangan. IPNU Jawa Barat seolah melupakan bahwa Pendidikan kader bukan hanya soal ritual structural, tetapi juga keberanian membela kebenaran.
Apalagi pembubaran ini dibentuk dalam narasi 'jangan sampai kita terprovokasi' ditengah aksi yang Kondusif dan damai. Padahal, provokasi yang sesungguhnya justru lahir dari tangan mereka sendiri. Bagi saya, pembubaran itu bukanlah sikap arif, melainkan provokasi halus yang mengebiri keberanian pelajar, meredam semangat kritis, dan mencabut keberpihakan pada rakyat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!