Investor Muda Ubah Wealth Management, OCBC Perkuat Layanan Digital

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 21:45 WIB
Bagikan
Investor Muda Ubah Wealth Management, OCBC Perkuat Layanan Digital

VISI.NEWS – Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia mengakses layanan keuangan, termasuk dalam berinvestasi. Kemudahan memperoleh berbagai produk investasi melalui platform digital turut mengubah ekspektasi nasabah terhadap layanan wealth management. Kini, nasabah tidak hanya menginginkan akses yang cepat dan praktis, tetapi juga layanan yang personal dengan pendampingan dari penasihat keuangan yang tepercaya.

Perubahan tersebut didorong oleh munculnya generasi investor baru yang semakin muda dan akrab dengan teknologi. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa hingga akhir 2025 sekitar 54 persen investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Kelompok ini merupakan generasi digital yang terbiasa mendapatkan informasi secara instan, aktif mencari referensi investasi melalui berbagai kanal digital, serta ingin terlibat secara langsung dalam setiap keputusan finansial yang mereka ambil.

Tren serupa juga tercermin pada perilaku nasabah OCBC. Sepanjang 2025, proporsi transaksi wealth management melalui kanal digital meningkat signifikan dari 30 persen pada tahun sebelumnya menjadi 44 persen. Pertumbuhan juga terlihat pada transaksi obligasi melalui platform digital yang naik 50 persen secara tahunan, sementara volume transaksinya melonjak hingga 89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa nasabah kini menginginkan pengalaman yang menggabungkan kemudahan teknologi dengan layanan konsultasi yang bersifat personal.

"Nasabah saat ini menginginkan pengalaman yang seamless antara kanal digital dan layanan personal. Mereka ingin dapat mengakses informasi, memantau portofolio, dan bertransaksi kapan saja, namun tetap memiliki advisor yang dapat menjadi mitra dalam mengambil keputusan-keputusan finansial yang penting," ujar Parwati.

Menurutnya, masa depan layanan wealth management tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan hubungan yang lebih erat antara nasabah dan penasihat keuangan.

"Di OCBC, kami melihat masa depan wealth management adalah menggabungkan best of both worlds: kemudahan digital dengan trusted human advice. Fokus kami adalah membantu lebih banyak masyarakat Indonesia membangun, melindungi, dan mewariskan kekayaannya melalui solusi yang mudah diakses, relevan, dan disesuaikan dengan tujuan finansial di setiap tahap kehidupan," lanjutnya.

Perubahan preferensi nasabah juga mendorong evolusi layanan wealth management menjadi lebih menyeluruh. Jika sebelumnya layanan ini lebih berfokus pada penyediaan produk investasi, kini nasabah membutuhkan pendampingan yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari layanan perbankan, investasi, perlindungan melalui asuransi, hingga perencanaan waris dalam satu ekosistem yang terhubung.

Bagi OCBC, digitalisasi bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran relationship manager, melainkan menjadi sarana yang membuat layanan wealth management lebih mudah diakses, lebih cepat, dan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman nasabah, sementara hubungan personal tetap menjadi fondasi utama dalam proses pengambilan keputusan finansial.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC terus memperkuat kapabilitas layanan wealth management melalui kombinasi solusi digital dan advisory. Melalui aplikasi OCBC Mobile, nasabah dapat mengakses berbagai pilihan investasi, memantau perkembangan portofolio, hingga melakukan transaksi secara mandiri kapan pun dibutuhkan.

Di sisi lain, nasabah juga tetap memperoleh pendampingan dari relationship manager dan wealth specialist yang membantu menyusun strategi investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan. OCBC turut menyediakan berbagai layanan pendukung seperti Wealth Discovery, Wealth Report, dan Wealth Insight untuk memberikan analisis yang lebih komprehensif dalam menyusun rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

OCBC juga melihat bahwa layanan wealth management kini semakin inklusif. Jika sebelumnya layanan tersebut lebih identik dengan kalangan ultra-high-net-worth, saat ini semakin banyak profesional muda, pelaku usaha, maupun segmen emerging affluent yang mulai memanfaatkan layanan wealth management sejak tahap awal membangun kekayaan.

Melalui ekosistem layanan yang mencakup NYALA, Premier Banking, hingga Private Banking, OCBC berupaya menghadirkan solusi yang mampu mendampingi kebutuhan finansial nasabah di setiap fase kehidupan. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia tidak hanya mengembangkan aset, tetapi juga melindungi serta mempersiapkan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya di tengah perubahan lanskap investasi yang semakin digital.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.