Intip Tips Latihan dari Atlet Berkebutuhan Khusus Inspiratif Jelang Garmin Run 2024
- Garmin Run 2024 yang membawa tema inclusivity dan sustainability mengajak atlet atau pelari penyandang disabilitas untuk berpartisipasi. Johanna Caroline dan Natrio Catra Yososha memberikan tips latihan mereka jelang lomba pada September nanti.
VISI.NEWS | JAKARTA – Garmin, leading GPS smartwatch brand, baru-baru ini mengumumkan acara tahunan Garmin Run 2024 Asia Series di Indonesia. Event lari yang mengajak pelari dari berbagai tingkat kemampuan ini akan diselenggarakan di ICE BSD pada Minggu, 29 September 2024. Tahun ini Garmin Run Indonesia special mengangkat tema sustainability dan inclusivity, selain pemilihan lokasi dan rute baru. Dengan tema baru ini, Garmin optimis masyarakat akan mendapatkan pengalaman berlari yang baru dan inklusif, terlebih dengan terbukanya akses bagi para penyandang disabilitas. Pengguna wheelchair yang mendapatkan jalur khusus untuk berkompetisi di sepanjang rute yang ditentukan dan bagi penyandang hearing impaired akan difasilitasi dengan beragam tanda visual yang memudahkan selama berlari.
Tips Latihan ala Johanna Caroline
Johanna Caroline, yang tergabung dalam komunitas Jakarta Swift Wheelchair Basketball Athlete memaparkan bahwa komunitas difabel sangat antusias dan melihat bahwa Garmin Run 2024 Asia Series di Indonesia benar-benar perayaan lari yang turut merayakan semua lapisan masyarakat. Adapun beberapa poin-poin inklusivitas yang menjadi sorotan ketika penyandang disabilitas secara aktif didukung untuk terlibat dalam olahraga menurut Johanna adalah sebagai berikut:- Meningkatkan kesehatan (secara fisik, mental, emosional) dan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi bagi penyandang disabilitas.
- Meningkatkan kepercayaan diri, yang tentunya berdampak terhadap pencapaian prestasi, kesuksesan, pengakuan dari masyarakat atas pencapaian tersebut.
- Membangun hubungan yang kuat, entah itu sesama atlet, pelatih, maupun pendukungnya, sehingga mengurangi isolasi sosial dan memperluas memperluas jaringan dukungan bagi penyandang disabilitas melakukan olahraga.
- Meningkatkan kesadaran tentang kesulitan, kesetaraan, dan pentingnya memperlakukan semua individu dengan saling menghormati dalam ruang publik.
Johanna yang tergabung dalam komunitas Jakarta Swift Wheelchair Basketball memberikan bocoran latihan yang rutin dilakukan oleh dirinya untuk menjaga kebugaran. Latihannya mencakup strength training atau latihan beban dan endurance workout seperti kardio, track dan field racing. Selain berlatih fisik, Johanna juga menyiapkan mental dan mempertajam fokus agar koordinasi dengan tim lebih baik lagi. Menurutnya, manajemen stres sangat berpengaruh ketika akan menghadapi perlombaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!