Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Integritas Pemilu Terancam: Laporan Soroti Masalah Tata Kelola di AS

ED
Minggu, 20 Oktober 2024 | 08:19 WIB
Bagikan
Integritas Pemilu Terancam: Laporan Soroti Masalah Tata Kelola di AS

VISI.NEWS | LOS ANGELES - Menjelang pemilihan presiden pada 5 November, sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa penurunan akuntabilitas demokratis di Amerika Serikat mengancam kekuatan suara rakyat. Laporan yang berjudul "Distorsi Demokratis dan Negara yang Berjuang: Amerika Serikat Menjelang Pemilihan Presiden 2024" ini mengidentifikasi tantangan kritis dalam tata kelola yang dapat memengaruhi efektivitas sistem politik di negara tersebut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Luskin School of Public Affairs di Universitas California, Los Angeles (UCLA), Berggruen Institute, dan Hertie School di Berlin, Jerman, baik akuntabilitas demokratis maupun kapasitas negara telah menurun secara signifikan sejak 2015, terutama di negara bagian kunci yang sering berubah arah dalam pemilu.

Akuntabilitas demokratis, yang mencakup akuntabilitas pemilu, sosial, dan institusional, menunjukkan penurunan yang nyata. Misalnya, skor akuntabilitas pemilu turun dari 92 poin (dari skala 100) pada tahun 2015 menjadi 82 poin pada tahun 2021. Penurunan ini menunjukkan bahwa suara rakyat, baik dalam pemilihan maupun dalam kemampuan lembaga sosial untuk mengawasi pejabat terpilih, semakin berkurang.

Laporan tersebut juga menyoroti penurunan dramatis dalam norma demokratis di tingkat negara bagian, yang berdampak pada integritas pemilu. Negara bagian seperti North Carolina, Wisconsin, Pennsylvania, dan Georgia menunjukkan penurunan besar dalam norma-norma tersebut. North Carolina, khususnya, mengalami penurunan terbesar dari hampir 100 poin pada pertengahan 2000-an menjadi kurang dari 25 pada tahun 2018. Penurunan ini terjadi di tengah pengetatan hak suara yang mencapai tingkat "tak terduga" pada tahun 2023.

Partisipasi pemilih, yang merupakan metrik penting untuk keterlibatan publik, juga tertinggal dibandingkan negara demokrasi maju lainnya, dengan angka partisipasi hanya 66 persen pada tahun 2020, jauh di bawah kebanyakan negara Eropa Barat.

Laporan ini mencatat masalah lain dalam sistem pemilu AS, yaitu pengaruh besar uang dalam politik, yang semakin diperburuk oleh keputusan Mahkamah Agung yang menghapus batasan pengeluaran untuk kampanye. Hal ini menciptakan lanskap politik di mana suara warga biasa semakin terpinggirkan.

Meskipun terdapat sedikit peningkatan dalam penyediaan barang publik, laporan mencatat bahwa angka tersebut masih di bawah rata-rata negara lain. Pengeluaran tinggi untuk kesehatan tidak berbanding lurus dengan hasil yang memuaskan, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan di tengah utang publik yang terus meningkat.

Mengenai kapasitas negara, laporan menunjukkan adanya erosi yang konsisten sejak tahun 2000 di berbagai sektor, termasuk kapasitas fiskal dan koordinasi. Penurunan kapasitas negara berdampak negatif pada kemampuan pemerintah AS untuk merespons krisis atau bencana alam, yang dapat memicu kemarahan dan frustrasi publik terhadap efektivitas pemerintah.

Jika Kamala Harris, kandidat presiden dari Partai Demokrat, memenangkan pemilihan, para peneliti memperkirakan ia akan melanjutkan beberapa kebijakan dan investasi yang diusung oleh Presiden Joe Biden, yang mungkin dapat membalikkan penurunan kapasitas negara. Sebaliknya, kandidat dari Partai Republik, Donald Trump, cenderung menerapkan pemotongan drastis pada negara administrasi AS.

Secara keseluruhan, temuan laporan ini menyoroti tantangan tata kelola yang signifikan yang telah berkembang seiring waktu, memengaruhi akuntabilitas demokratis, kapasitas negara, dan penyediaan barang publik di AS. Tantangan ini akan terus ada terlepas dari hasil pemilihan, menurut para peneliti. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa meskipun pemerintahan yang dipimpin oleh Partai Demokrat mungkin lebih baik dalam menangani isu-isu ini dibandingkan pemerintahan Trump, kedua skenario menghadapi hambatan besar.

"Walaupun keseimbangan di antara ketiga dimensi menunjukkan bahwa pemerintahan Harris mungkin menguntungkan tata kelola AS dalam jangka panjang, banyak faktor yang membentuk dinamika politik yang sudah ada dapat membatasi kemungkinan hasil tersebut," demikian laporan tersebut.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.