Inovasi Teknologi Terbaru: Membangkitkan Semangat Wirausaha di Kalangan Anak Muda
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 12 Desember 2024 | 05:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, istilah-istilah baru terus bermunculan, salah satunya adalah "brain rot". Istilah ini populer di kalangan anak muda, tetapi cukup merisaukan jika tidak dipahami dengan baik. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan brain rot? Dalam konteks ini, brain rot mengacu pada kondisi ketika seseorang terobsesi berlebihan terhadap suatu hal, yang diakibatkan oleh konsumsi konten digital yang melimpah dalam waktu yang lama.
Menurut Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., brain rot menggambarkan keadaan di mana otak terfokus pada aktivitas monoton, seperti menggulir media sosial tanpa henti.
“Akibatnya, otak tidak tertantang untuk berkembang dan berpikir kritis,” ujarnya dalam konferensi pers kampanye #BanggaJadiBunda di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).
Fenomena ini, jika tidak diatasi, dapat mengganggu produktivitas individu dan menghambat perkembangan kognitif, terutama pada anak yang sedang dalam fase perkembangan otak yang pesat.
Vera juga menjelaskan bahwa dampak psikologis dari brain rot sangat besar, terutama bagi anak-anak yang berada di usia perkembangan.
“Otak mereka sedang diasah untuk berpikir kreatif dan kritis, namun terlalu banyak menghabiskan waktu scrolling media sosial mengurangi kemampuan tersebut,” imbuhnya. Dalam aktivitas scrolling yang cenderung satu arah, anak tidak memiliki kesempatan untuk mengelola dan mengkritisi informasi yang mereka terima, sehingga hal ini bisa menjadi masalah serius bagi perkembangan mental mereka.
Lebih lanjut, Vera menyatakan bahwa konsumsi konten digital yang sangat cepat membuat anak sulit untuk mencerna informasi dengan baik.
“Ketika anak hanya menggulir di media sosial, belum selesai memproses satu konten, sudah muncul yang lain,” jelasnya. Proses ini tanpa disadari mengakibatkan penumpukan informasi yang tidak terkelola di dalam otak, yang berpotensi menghambat pemahaman mereka terhadap dunia sekitar.
Untuk mencegah brain rot pada anak, orang tua diharapkan untuk turut berperan aktif.
"Cara menghindarinya adalah dengan membatasi waktu penggunaan gadget dan mengalihkan perhatian anak kepada aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat," saran Vera. Melalui pengawasan dan pembatasan yang tepat, diharapkan anak-anak dapat menghindari dampak negatif dari brain rot dan tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di era digital ini. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!