Inovasi Dosen ITB Ubah Sampah Jadi Sumber Protein
Inovasi Bersemi Farm karya dosen Institut Teknologi Bandung Linus Pasasa di RW 02 Kelurahan Pasirlayung./visi.news/ist.
Keberhasilan Bersemi Farm mulai menarik perhatian berbagai pihak dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Bandung.
Sejumlah wilayah seperti Bandung Wetan, Lebak Siliwangi, Tamansari, dan Cipadung mulai mengadopsi konsep serupa untuk mengurangi beban sampah perkotaan.
Bahkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah melakukan kunjungan untuk mempelajari model pengelolaan sampah berbasis peternakan terpadu tersebut.
Linus menegaskan tujuan utama inovasi ini adalah membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga agar tidak bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir.
"Kami berharap ide ini bisa diadopsi di seluruh Indonesia, karena sampah organik seharusnya selesai di tingkat lingkungan dan berubah menjadi sumber pangan serta ekonomi," ujarnya.
Ketua RW 02 Kelurahan Pasirlayung Rahayu Wijayanti mengatakan perubahan perilaku warga dimulai sejak 2023 melalui edukasi pemilahan sampah menggunakan komposter sederhana.
Namun perubahan signifikan terjadi setelah hadirnya Program Gasla pada awal 2026 yang memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah tersebut.
Warga kini terbiasa memilah sampah organik menjadi dua kategori, yaitu sisa makanan untuk pakan ayam dan limbah dapur untuk pakan maggot.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!