Inovasi Dosen ITB Ubah Sampah Jadi Sumber Protein
Inovasi Bersemi Farm karya dosen Institut Teknologi Bandung Linus Pasasa di RW 02 Kelurahan Pasirlayung./visi.news/ist.
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mendukung inovasi Bersemi Farm karya dosen Institut Teknologi Bandung Linus Pasasa di RW 02 Kelurahan Pasirlayung untuk mengolah sampah organik menjadi sumber pangan bergizi berupa telur, ayam, ikan, dan entok melalui sistem peternakan terpadu berbasis maggot BSF.
Inovasi tersebut hadir di tengah permasalahan sampah Kota Bandung yang terus berulang dan membutuhkan solusi berbasis masyarakat serta teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan permukiman.
Linus Pasasa mengatakan, "Saya sebagai warga Bandung merasa prihatin melihat persoalan sampah, dan dari situ lahir Bersemi Farm dari sampah menjadi gizi sebagai dasar pengembangan inovasi tersebut."
Konsep Bersemi Farm mengintegrasikan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan budidaya maggot Black Soldier Fly yang mampu mengurai limbah hanya dalam waktu sekitar 48 jam.
Sampah dapur berupa sisa sayuran dan kulit buah dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sedangkan hasil maggot digunakan kembali sebagai pakan ayam kampung, ikan, dan entok.
Sistem tersebut menciptakan siklus ekonomi sirkular tanpa limbah karena seluruh hasil pengolahan kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan masyarakat.
Berbeda dengan komposter yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan, sistem maggot ini mampu mempercepat penguraian sampah organik secara signifikan.
Apartemen Ayam Maggot dirancang secara vertikal untuk menyesuaikan keterbatasan lahan perkotaan dengan kandang bertingkat dan budidaya maggot di bagian bawah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!