Inovasi Dosen ITB Ubah Sampah Jadi Sumber Protein
Inovasi Bersemi Farm karya dosen Institut Teknologi Bandung Linus Pasasa di RW 02 Kelurahan Pasirlayung./visi.news/ist.
Kotoran ayam juga dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi maggot sehingga sistem berjalan secara berkelanjutan.
Teknologi ini bahkan dilengkapi sistem panen telur otomatis yang mengalirkan telur ayam ke wadah penampungan agar tidak pecah saat dikumpulkan.
Saat ini fasilitas Bersemi Farm mampu mengolah hingga 300 kilogram sampah organik per hari, sementara produksi sampah warga RW 02 baru mencapai 50 hingga 75 kilogram per hari.
Jumlah tersebut masih berada di bawah target Pemerintah Kota Bandung yang menetapkan pengolahan sampah organik sebesar 25 kilogram per RW setiap hari.
Karena kapasitas yang masih tersedia, Linus membuka peluang bagi wilayah lain di Kota Bandung untuk memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
"Kami sengaja membuat kapasitas besar, sehingga jika ada wilayah lain yang belum memiliki pengolahan sampah organik, sampahnya bisa dibawa ke sini dan tidak lagi berakhir di TPA," katanya.
Program ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Kelurahan Pasirlayung, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Gasla, Bank Sampah Bersemi 02, PKK, serta masyarakat yang disiplin memilah sampah dari rumah.
Sampah organik diproses menjadi pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dipilah melalui bank sampah sehingga residu yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir menjadi sangat minim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!