Ini Penyebab Masyarakat Bawah Belum Manfaatkan Perpustakaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Saat ini, teknologi digital lebih banyak diakses kalangan masyarakat menengah atas. Sedangkan masyarakat marginal masih sangat kurang memanfaatkan perpustakaan digital sebagai sumber pengetahuan.
"Koleksi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, selama ini lebih banyak dimanfaatkan kalangan menengah ke atas. Sedangkan masyarakat menengah bawah kebanyakan memanfaatkan perpustakaan hanya sebagai sumber informasi," jelasnya.
Burhanudin Harahap menyatakan, peningkatan literasi melalui perpustakaan digital merupakan salah satu upaya agar lebih banyak kalangan masyarakat menengah bawah dapat mengakses perpustakaan sebagai sumber Ilmu pengetahuan.
"Peningkatan akses perpustakaan diharapkan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Melalui konferensi perpustakaan digital, kita harapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terutama di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Konferensi Literasi Digital Indonesia (KPDI), Prof. Dr. Jonner Hasugian, menjelaskan, KPDI merupakan organisasi yang berupaya mendorong literasi dan digitalisasi perpustakaan agar dapat dimanfaatkan masyarakat kelas menengah ke bawah. Akses tersebut termasuk layanan inklusif bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
"Transformasi perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi kini sangat dibutuhkan untuk menjangkau seluruh masyarakat. KPDI mendorong pengembangan perpustakaan digital, khususnya di perguruan tinggi dalam penerapan teknologi informasi sebagai pendukung akses mendapatkan, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam kompleksitas layanan perpustakaan," tuturnya.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!