Ini Nasihat Rasulullah SAW Ketika Menghadapi Orang-orang yang Bicara Kasar

ED
Rabu, 26 Januari 2022 | 05:06 WIB
Bagikan
Ini Nasihat Rasulullah SAW Ketika Menghadapi Orang-orang yang Bicara Kasar

VISI.NEWS | BANDUNG - Nabi Muhammad SAW dikenal luas sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan luhur. Akhlak tersebut tidak berubah meskipun dirinya mendapat perlakuan buruk dari orang lain. Bahkan ketika Rasulullah terus-menerus mendapat ancaman pembunuhan dari kaum kafir Quraisy.

Ada banyak riwayat masyhur terkait keluhuran akhlak Nabi Muhammad ketika mendapat perlakuan kasar. Di antaranya ketika beliau hijrah ke Thaif. Dalam Sirah Nabawiyah, Rasulullah hijrah dengan ditemani oleh mantan budak beliau, Zaid bin Haritsah. Di sana, beliau menemui para pemuka Bani Tsaqif yaitu Abd Yalil, Mas’ud dan Hubaib, mereka adalah anak-anak ‘Amr bin Umair Ats-Tsaqafy.

Nabi meminta pertolongan kepada mereka, tetapi mereka menjawab dengan jawaban kasar. Setelah permintaan Rasulullah terhadap ketiga pemuka Bani Tsaqif tidak dikabulkan, Rasulullah SAW meminta agar tidak menyiarkan berita kedatangan Nabi ke Thaif kepada orang-orang Makkah. Tetapi permintaan tersebut pun tidak mereka kabulkan.

Mereka pun menyiarkan berita kedatangan Nabi kepada kaum kafir Quraisy di Mekah. Selain itu, mereka juga menghasut anak-anak kecil untuk melempari Nabi dengan batu hingga mata kaki Nabi berdarah. Zaid bin Haritsah menjadi benteng Nabi ketika beliau dilempari batu oleh anak-anak kecil. Nabi Muhammad tetap berdoa dengan lembut penuh dengan kebaikan.

Dalam riwayat lain, KH Zakky Mubarak (2022) mengungkapkan bahwa ketika Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan perang, ada seorang Badui yang mengucapkan kalimat kasar yang tidak layak diucapkan terhadap Rasulullah SAW

Badui itu mengatakan: “Bagikan harta rampasan itu secara adil! Inilah bagian yang kuinginkan dari perang itu”. Para sahabat Nabi merasa tersinggung dengan ucapan Baduwi itu, mereka ingin memberikan pelajaran dengan kasar, sesuai dengan ucapannya yang sangat menyakitkan itu.

Nabi Muhammad melarang sahabatnya bersikap kasar terhadap Badui itu, Nabi tidak merasa kaget atau heran terhadap ucapan tersebut, karena beliau mengetahui bahwa watak dan tabiat manusia itu berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang bersikap kasar dan cepat tersinggung, ada pula yang bersikap sabar dan bijaksana, tergantung bagaimana orang itu mendapat pendidikan dan bagaimana mereka dibentuk oleh masyarakatnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.