Ini Empat Level Strategis yang Memengaruhi Kesiapan Seseorang Melakukan Pekerjaan
Menurut pandangannya penguatan SDM melalui pemenuhan kompetensi yang harus dimilikinya sangat penting sekali, karena human capital merupakan modal utama dalam perumusan setiap kebijakan pertahanan akan tercermin dalam bentuk kekuatan pengetahuan, kreativitas gagasan (ide), kecakapan dan keterampilan, serta produktivitas pengabdian tanpa batas.
Kemudian Dede juga menjelaskan terkait dengan lingkungan strategis situasi internal dan eksternal negara baik yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang mempengaruhi pencapaian tujuan nasional. Aspek Trigatra merupakan aspek yang bersifat alamiah dan given, yaitu posisi dan lokasi geografi negara, keadaan dan kekayaan alam, keadaan dan kemampuan penduduk. Sedangkan aspek Pancagatra merupakan aspek yang termasuk dalam dimensi sosial kemasyarakatan yang lebih dikenal dengan istilah Ipoleksosbudhankam, yaitu Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Pertahanan Keamanan.
Lebih lanjut ia juga menambahkan, bahwa interaksi negara-negara besar tidak lagi bersandar pada pertarungan ideologis. Pertarungan lebih bergeser kearah perebutan atas akses ekonomi dan sumber-sumber daya lainnya. Kepentingan negara-negara besar lebih diorientasikan dalam menjaga stabilitas ekonomi yang ditopang dengan kekuatan politik dan militer. Oleh karenanya konflik-konflik yang terjadi di tataran internasional lebih kepada konflik yang berdimensi ekonomi, seperti konflik perebutan sumber daya alam ataupun konflik yang dilandasi upaya mengamankan jalur transportasi perdagangan internasional, khususnya jalur laut perdagangan internasional.
“ Di samping itu jangan dilupakan juga hal – hal yang terkait dengan nalar berfikir publik yang semakin kritis. Jika dulu masyarakat menerima informasi dari pintu yang terbatas, saat ini pintu – pintu informasi terbuka sangat luas bahkan hampir tanpa batas. Hal ini ditandai dengan merebaknya penggunaan sumber informasi di media sosial yang terkadang bisa berdampak negatif terhadap situasi keamanan nasional. Untuk itulah kemampuan dalam mengelola isu kritikal menjadi sangat penting, baik yang bersifat Isu saat ini (current issue), Isu yang berkembang (emerging issue), dan Isu potensial. Disinilah peran dan fungsi intelijen sangat diharapkan dalam menciptakan iklim yang kondusif, sejak operasi yang bersifat cegah dini dan diteksi dini, penyelidikan, pengamanan sampai penggalangan “, pungkas Dede.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!