Inggris Bantah Keterlibatan Iran dalam Serangan Drone di Siprus, Perkuat Pertahanan di Mediterania
Selain kapal perang, dua helikopter Wildcat juga akan dikirim guna memperkuat sistem pertahanan udara di kawasan tersebut. Menteri Pertahanan Inggris, Al Carns, menjelaskan bahwa pengerahan itu akan dilakukan pekan depan setelah pembaruan sistem pertahanan selesai.
“Pengerahan kapal akan dilakukan minggu depan setelah penggantian sistem pertahanannya rampung,” ujarnya pada Rabu (4/3/2026).
Di sisi lain, Prancis turut meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Mediterania. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memerintahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle untuk berpindah dari Laut Baltik menuju Laut Mediterania. Kapal tersebut akan dikawal oleh sayap udaranya serta fregat pengawal.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Prancis, Macron menyatakan, “Kami akan melanjutkan upaya ini selama diperlukan,” merujuk pada langkah penguatan pertahanan pasca-serangan di Siprus.
Ia juga menambahkan bahwa jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara, serta radar telah dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir.
Langkah Prancis ini berkaitan dengan kemitraan strategis yang baru saja diteken bersama Siprus. Macron menegaskan dukungan negaranya terhadap stabilitas kawasan.
“Hal ini membutuhkan dukungan kita. Itulah mengapa saya memutuskan untuk mengirimkan aset pertahanan udara tambahan ke sana juga, bersama dengan fregat Prancis, Languedoc, yang akan tiba di lepas pantai Siprus nanti malam,” katanya.
Meski Inggris telah membantah keterlibatan Iran, dinamika militer di Mediterania timur menunjukkan bahwa ketegangan regional masih tinggi. Negara-negara Eropa kini tampak bersiaga, menjaga stabilitas sekaligus melindungi kepentingan strategis mereka di kawasan tersebut. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!