Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Inflasi Kota Bandung 0,16 Persen di September 2025

ED
Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:18 WIB
Bagikan
Inflasi Kota Bandung 0,16 Persen di September 2025

VISI.NEWS | BANDUNG Inflasi Kota Bandung pada September 2025 tercatat terkendali, dengan angka inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,16 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi di Jawa Barat dan tingkat nasional yang masing-masing tercatat 0,21 persen. Laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung pada Kamis (2/10/2025) menunjukkan bahwa Kota Bandung berhasil menjaga kestabilan harga barang dan jasa meskipun ada tantangan ekonomi global dan domestik.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Kota Bandung tercatat 2,10 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Barat yang sebesar 2,19 persen dan inflasi nasional yang mencapai 2,65 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Bandung berhasil mengendalikan laju inflasi dengan baik dibandingkan dengan kawasan lainnya di Indonesia.

Untuk inflasi year-to-date (ytd), Kota Bandung mencatatkan angka 1,45 persen. Ini juga lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Barat yang tercatat 1,57 persen dan nasional dengan 1,82 persen. Meskipun ada fluktuasi harga, tingkat inflasi yang rendah ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik di kota ini.

Penyumbang utama inflasi pada bulan September 2025 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang memberikan andil sebesar 0,14 persen. Beberapa komoditas yang berpengaruh signifikan terhadap inflasi bulan ini antara lain daging ayam ras, cabai merah, minyak goreng, serta emas perhiasan. Lonjakan harga beberapa bahan makanan menjadi faktor utama yang mempengaruhi angka inflasi bulanan.

Meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, stabilitas harga secara keseluruhan tetap terjaga. Ini mencerminkan ketahanan sistem pasokan dan distribusi barang di Kota Bandung yang mampu mengurangi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat.

Selain inflasi, laporan BPS juga mencatatkan perkembangan sektor pariwisata Kota Bandung. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Agustus 2025 tercatat 52,43 persen, turun 3,16 poin dibandingkan dengan bulan Juli. Penurunan ini terutama terjadi pada hotel bintang, yang mengalami penurunan TPK menjadi 56,38 persen, sedangkan hotel non-bintang justru mencatatkan kenaikan dengan TPK sebesar 37,87 persen.

Rata-rata lama menginap tamu hotel pada periode Agustus 2025 tercatat 1,44 malam, dengan tamu hotel non-bintang mengalami peningkatan lama menginap. Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi wisatawan yang cenderung memilih akomodasi yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.

Dalam hal pertumbuhan ekonomi, Kota Bandung menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) yang cukup positif, yaitu sebesar 5,42 persen pada triwulan II 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2025 dan melampaui capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Barat serta nasional pada periode yang sama. Hal ini mencerminkan pemulihan ekonomi yang baik serta iklim usaha yang kondusif di kota ini.

Terakhir, persentase penduduk miskin di Kota Bandung pada Maret 2025 tercatat sebesar 3,78 persen, menurun tipis dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa program-program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat telah memberikan dampak positif, serta daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun terjadi perubahan harga barang kebutuhan pokok.

Secara keseluruhan, inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta stabilitas sektor pariwisata di Kota Bandung menunjukkan bahwa iklim usaha dan perekonomian kota ini semakin stabil dan berkembang. Keberhasilan ini menjadi landasan yang kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.