Indonesia Tekankan Tiga Elemen Utama Kolaborasi Ekonomi Digital Antarnegara

ED
Sabtu, 9 Desember 2023 | 15:30 WIB
Bagikan
Indonesia Tekankan Tiga Elemen Utama Kolaborasi Ekonomi Digital Antarnegara

VISI.NEWS | BANDUNG - Prinsip inklusivitas menjadi kunci agar kemajuan pesat ekonomi digital mampu mengantisipasi permasalahan baru dan mempersempit jurang kesenjangan yang ada. Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) generatif misalnya, mampu memberikan nilai tambah hingga USD4,4 Triliun. Tentu saja, nilai tambah itu akan terwujud untuk ekonomi global setiap tahun diregulasi dengan baik.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang sinergis pada level global guna menyelaraskan laju pertumbuhan teknologi dengan tingkat kesiapan dan kapasitas digital setiap negara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyatakan Indonesia memberikan perhatian penerapan visi dan strategi ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan dengan tiga elemen utama.

"Ketiga elemen tersebut diantaranya adalah sentralitas pada aspek manusia (human-centricity), komitmen untuk hidup berdampingan (co-exist) dan bersama-sama menciptakan (co-create) fair playing field, dan ruang kesempatan yang adil juga setara bagi semua orang untuk berkembang," jelasnya dalam High Level Dialogue UNCTAD  E-Commerce Week 2023Shaping the Future of Digital Economy’ di Jenewa Swiss, Kamis (07/12/2023) waktu setempat.

Mengenai elemen pertama, Sekjen Mira menekankan teknologi digital perlu dikembangkan dengan tidak memertimbangkan aspek kemutakhirannya saja, tetapi juga harus menghormati nilai dan keberagaman manusia.

Sekjen Kementerian Kominfo memberikan beberapa contoh kasus seperti mis- dan disinformasi yang diproduksi oleh AI yang menyebabkan kegaduhan sosio-politik. Kemudian perangkat lunak pengenalan wajah yang bias terhadap kelompok masyarakat tertentu menyebabkan kesalahan penangkapan oleh aparat.

"Ini semua menjadi pengingat bahwa pengembangan teknologi digital harus mengutamakan sentralitas pada aspek manusia," tandasnya.

Adapun elemen yang kedua berkaitan dengan solusi kolaboratif antara negara maju dan negara berkembang, antara produsen teknologi dengan pengguna teknologi, serta antara perusahaan teknologi global dengan para pemain industri lokal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.