Indonesia Raih Dua Penghargaan di Kontes Video Pendek ASEAN-China Ke-5
Dua pemenang kompetisi "The 5th ASEAN-China Friendship and Cooperation Short Video Contest" asal Indonesia, Gandhi Priambodo (kiri) dan Rian Fahardhi Risyad (kanan)./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Dalam ajang Kontes Video Pendek Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-China ke-5 yang digelar di Nanning, China, dua karya video dari Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi. Karya berjudul 'Kota Kebahagiaan' memperoleh Excellence Awards, sementara 'Boundless Love' meraih Special Awards Micro Drama.
Acara penganugerahan hadiah berlangsung di Daerah Otonom Guangxi Zhuang pada Kamis (25/6/2026). Video 'Kota Kebahagiaan' diciptakan oleh Rian Fahardhi Risyad, sedangkan 'Boundless Love' merupakan produksi dari rumah produksi Nanyang Breeds Media.
Dalam sambutannya, Wakil Duta Besar RI untuk China Irene menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan pertukaran antarmasyarakat sebagai fondasi penting kerja sama ASEAN-China. Irene menegaskan bahwa kolaborasi antarkomunitas dan pelaku budaya akan memperkuat kemitraan kedua pihak.
Kompetisi yang mengusung tema 'Bergandengan Tangan, Dari Hati ke Hati, Bersama untuk Modernisasi' ini telah dibuka sejak Desember 2025. Panitia menerima 8.774 karya dari negara-negara ASEAN serta China.
Rian Fahardhi Risyad mengungkapkan bahwa inspirasi untuk menciptakan 'Kota Kebahagiaan' muncul setelah ia mengunjungi hutong di Beijing. Kawasan permukiman tersebut membuatnya membayangkan sebuah kota dengan warga yang saling mengenal, membantu, dan menjaga satu sama lain.
Dalam karyanya, Rian menyajikan gambaran kota yang memberikan dukungan bagi pendatang untuk memperoleh pekerjaan sekaligus menyediakan ruang publik yang memadai. Ia meyakini bahwa pembangunan kota seharusnya berorientasi pada peningkatan kebahagiaan warganya.
Pencapaian tahun ini bukan yang pertama bagi Rian, sebab ia juga meraih penghargaan pada kompetisi yang sama tahun lalu dalam kategori berbeda. Rian menyebutkan bahwa proses kreatifnya berangkat dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Bagi Rian, kecemasan bukanlah musuh, melainkan sinyal agar seseorang memberi perhatian pada persoalan tertentu. Gagasan itu menjadi landasan utama dalam penyusunan konsep videonya.
Konsep kota yang ia tuangkan tidak hanya mengatasi persoalan lalu lintas, tetapi juga membantu mengurangi kecemasan masyarakat melalui perencanaan ruang yang lebih manusiawi.
"Bagaimana jika ruang publik membantu orang menemukan pekerjaan, sekaligus memberikan kesehatan batin, tujuan hidup, dan harapan? Jangan sia-siakan kecemasan Anda, dengarkan, lalu ubahlah menjadi sesuatu," kata Rian.
Sementara itu, CEO Nanyang Breeds Media Gandhi Priambodo menjelaskan bahwa "Boundless Love" mengisahkan pasangan Indonesia dan China yang saling jatuh cinta.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!