Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Negara-negara ini menurut Aqil ingin mengetahui regulasi yang ada di Indonesia dan begitu aktif memproduksi kebutuhan-kebutuhan negara-negara timur tengah.
"Halal itu sudah menjadi industri. Mereka antusias membidik pasar industri halal," paparnya.
Tak hanya itu, Aqil juga mengungkapkan sampai saat ini ada 97 Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) dari 40 negara yang mengajukan untuk di asesmen BPJPH.
"Terakhir, BPJPH baru saja mengasesmen Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA). Ini salah satu dari lima LHLN asal Amerika yang juga mendaftar untuk diasesmen BPJPH," terang Aqil.
Selain Aqil Irham, webinar yang mengusung tema "Menjadikan Indonesia Pusat Halal Dunia" juga menghadirkan beberapa narasumber lain. Di antaranya Peneliti Halal Science Center Institut Pertanian Bogor (HSC IPB) Yandra Arkeman dan General Manager PT Sreeya Sewu Indonesia Any Astuti.
Sementara Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DESK BI) Arief Hartawan mengungkapkan untuk mendukung master plan untuk menjadikan Indonesia Pusat Produsen Halal terbesar di dunia sesuai arahan Wakil Presiden, dapat diwujudkan melalui Sertifikasi Halal Produk.
“Indonesia perlu didorong menjadi produsen halal tidak hanya sekadar menjadi konsumen dengan melalui sertifikasi halal sehingga produk tidak keluar dari taraf kehalalan,” terang Arief.
Arief juga mengatakan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen dalam mendorong perekonomian syariah Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!