Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia dengan Teknologi Blockchain
Peran LPPOM dan CEROL-SS23000
LPPOM berperan penting dalam pengembangan standar halal dan mendorong adopsi teknologi blockchain melalui sistem online CEROL-SS23000 sejak tahun 2012. Sistem ini membantu menyimpan bukti implementasi jaminan produk halal dari seluruh rangkaian proses produksi, termasuk produk jasa logistik yang berkaitan erat dengan rantai pasok barang.
Menurut Direktur Utama LPPOM, Ir. Muti Arintawati, M.Si., layanan logistik juga termasuk kategori yang wajib sertifikasi halal, mengingat pentingnya rantai pasok yang mendistribusikan bahan pangan. CEROL-SS23000 juga mendukung pelaku usaha baru dengan database bahan halal serta membantu registrasi perpanjangan dan pengembangan yang membutuhkan rekaman data sebelumnya.
Masa Depan Halal Blockchain di Indonesia
Halal blockchain juga diadaptasikan dalam Sistem Keuangan Syariah, mengintegrasikan sistem pengelolaan aset digital dengan prinsip etika dan hukum Islam. Teknologi ini dapat diterapkan untuk transaksi uang lintas negara, inklusi keuangan, manajemen pesantren, pengelolaan dana zakat dan wakaf, serta aktivitas ekonomi lainnya yang memenuhi kriteria syariah.
Dengan potensi besar yang dimilikinya, halal blockchain di Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal secara komprehensif, meningkatkan daya saing produk halal di pasar global, mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, memberdayakan UMKM halal, serta menjamin keamanan dan keaslian produk halal. @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!