Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Indonesia Kirim 73 Personel dan 12 Ton Bantuan Logistik ke Myanmar

Desi Rossilawati
Selasa, 1 April 2025 | 17:08 WIB
Bagikan
Indonesia Kirim 73 Personel dan 12 Ton Bantuan Logistik ke Myanmar
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali mengirimkan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan ke Myanmar pada Selasa (1/4/2025) untuk membantu korban gempa dahsyat yang melanda negara tersebut. Satgas ini berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan jumlah personel sebanyak 73 orang. Pelepasan tim dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Suharyanto menyatakan bahwa Indonesia berupaya memberikan kontribusi maksimal dengan mengirimkan tim yang terdiri dari tenaga medis, tim pencarian dan pertolongan, serta bantuan logistik. Ia juga mengklaim bahwa Satgas Kemanusiaan Indonesia adalah yang paling lengkap dibandingkan bantuan dari negara lain. Satgas ini berasal dari berbagai lembaga, termasuk BNPB, Basarnas, Baznas, Kementerian Luar Negeri, dan TNI. Mereka akan bertugas selama satu bulan penuh. "Kenapa sebulan? Ini pengalaman berdasarkan di tempat-tempat lain. Kalau waktu di gempa Turki itu 3 minggu. Setelah itu, pemerintah negara yang bencana sudah bisa mengambil alih, karena sudah normal, sehingga kita bisa kembali," ungkap Suharyanto. Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan pesawat Boeing 747 milik TNI Angkatan Udara. Selain itu, pada hari sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga telah mengirimkan 12 ton bantuan logistik menggunakan pesawat Hercules. Bantuan tersebut mencakup tenda, makanan, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan medis untuk para korban. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diterbangkan terlebih dahulu ke Lanud Sultan Iskandar Muda di Aceh sebelum dilanjutkan ke Bandara Naypyidaw, Myanmar. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.