Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

Indonesia Amankan Pendanaan US$17 Miliar dari AIIB

Desi Rossilawati
Kamis, 18 Juni 2026 | 14:06 WIB
Bagikan
Indonesia Amankan Pendanaan US$17 Miliar dari AIIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an./visi.news/Kemenkeu.

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan kerja ke China untuk memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, dan memperdalam kerja sama ekonomi dengan mitra strategis. Kunjungan ini juga berkaitan dengan rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan, Panda Bonds, pada Juli mendatang.

Di Beijing, Purbaya bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok, Lan Fo'an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mencari sumber pembiayaan yang kompetitif di tengah kebutuhan pembangunan nasional.

Purbaya menegaskan, agenda ke Beijing bukan langkah mendadak, melainkan bagian dari rencana pembiayaan jangka panjang yang telah disusun pemerintah secara matang.

"Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang," jelas Purbaya dalam keterangannya dikutip, Kamis (18/6/2026).

Dalam konteks fiskal, Purbaya kembali menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Hal itu tercermin dari rasio utang pemerintah yang terkendali, defisit anggaran yang berada dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

Pesan tersebut penting karena pemerintah sedang memperluas sumber pembiayaan melalui instrumen dan mitra internasional. Kepercayaan investor menjadi kunci agar penerbitan instrumen keuangan pemerintah dapat berjalan baik, termasuk rencana Panda Bonds yang menyasar pasar China.

Selain bertemu Menkeu China, Purbaya juga menggelar pertemuan bilateral dengan jajaran pimpinan Asian Infrastructure Investment Bank atau AIIB di Beijing. Dari pertemuan itu, Indonesia memperoleh komitmen pendanaan sekitar US$17 miliar untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional periode 2025 sampai 2029.

"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya usai pertemuan di Kantor AIIB, dalam siaran pers, Rabu malam (17/6/2026).

Pendanaan tersebut menjadi bagian penting bagi kapasitas pembiayaan pembangunan nasional. Pemerintah berharap dukungan AIIB dapat mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis dalam beberapa tahun mendatang.

Indonesia juga mendapat sinyal positif dari AIIB terkait rencana pembukaan kantor perwakilan di Jakarta. Kehadiran kantor tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan efektivitas pelaksanaan proyek yang didukung AIIB.

"AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," kata Purbaya.

Dalam kunjungan ke China, Purbaya juga dijadwalkan bertemu 15 investor. Sebanyak 5 di antaranya merupakan investor institusi pengelola dana besar di China, termasuk Agriculture Bank of China, Zhong Ou Asset Management, dan ICBC Wealth Management.

Dengan rangkaian agenda tersebut, kunjungan Purbaya ke China memperlihatkan upaya pemerintah menjaga ruang pembiayaan tetap terbuka, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata investor dan lembaga multilateral.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.