India Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Subvarian Baru Jadi Pemicu
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 24 Mei 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | INDIA - India kembali menghadapi peningkatan kasus Covid-19, khususnya di kota besar seperti Mumbai, Chennai, dan Ahmedabad. Meskipun jumlah infeksi secara nasional belum setinggi masa pandemi, tren ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan.
Dilaporkan Times of India, Kamis (22/5/2025), lonjakan didorong oleh kemunculan dua subvarian baru, OF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1 dalam keluarga besar Omicron. Kedua subvarian ini memiliki tingkat penularan lebih tinggi dan kini berada dalam pemantauan global.
Di Mumbai, 95 kasus baru tercatat sepanjang Mei, melonjak tajam dari 106 kasus yang dilaporkan di seluruh Maharashtra sejak Januari hingga April. Saat ini, setidaknya 16 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Meskipun WHO telah menyatakan pandemi berakhir pada Mei 2023, Covid-19 tetap menyebar sebagai penyakit endemik di banyak negara. Sebagian besar kasus di India tergolong ringan, namun para ahli mengingatkan bahwa kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, tetap memiliki risiko komplikasi.
Di Singapura, infeksi meningkat 28 persen dalam sepekan awal Mei, sementara Hong Kong mencatat kenaikan rasio positif dari 6,2 persen menjadi 13,6 persen dalam waktu satu bulan.
Para pakar menilai peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh turunnya kekebalan populasi, baik dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi, serta meningkatnya mobilitas sosial dan pelonggaran protokol kesehatan.
Gejala infeksi akibat subvarian OF.7 dan NB.1.8 mirip dengan varian Omicron, yakni batuk ringan, sakit tenggorokan, kelelahan, dan demam. Tidak ditemukan lagi kasus kehilangan penciuman seperti yang umum pada varian Delta.
Meski demikian, dokter tetap menyarankan penerapan langkah pencegahan dasar seperti penggunaan masker di ruang tertutup, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan, demi melindungi kelompok rentan dan menekan laju penyebaran. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!