Impor 1.000 Ton Beras AS, Zulhas: Segmen Premium dan Diet Khusus, Bukan untuk Rakyat Kebanyakan
“Mahal itu, 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan karena Indonesia tidak mampu memproduksi, melainkan karena permintaan sangat spesifik dan tidak mencerminkan kebutuhan mayoritas masyarakat.
“Kayak beras Jepang tuh Rp 100 ribu kan satu kilogramnya,” tambahnya.
Dengan penegasan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa impor beras khusus dari AS tidak akan mengganggu stabilitas pasar beras nasional maupun kesejahteraan petani lokal, karena menyasar segmen premium dan kebutuhan diet tertentu yang berbeda dari konsumsi pokok masyarakat Indonesia. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!