Imbas Sebaran Abu Vulknaik Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara
Ilustrasi letusan Gunung Anak Krakatau./visi.news/BNPB.
Arus permukaan laut bergerak dominan ke arah barat daya menuju Samudra Hindia dengan kecepatan 0,4–0,9 knot dan tinggi gelombang 0,3–1,2 meter.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Sunda selama tujuh hari ke depan, 8–13 September 2026, berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter. Kondisi cuaca di wilayah Gunung Anak Krakatau-Selat Sunda didominasi cerah hingga cerah berawan.
“Informasi mengenai kondisi arus dan gelombang tersebut terus diperbarui dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi otoritas terkait dalam pengambilan keputusan operasional transportasi dan penyeberangan di Selat Sunda. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi setiap perubahan kondisi laut secara cepat,” lanjutnya.
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan, pemantauan melalui 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak mendeteksi adanya anomali muka air laut yang mengindikasikan terjadinya tsunami.
Sementara itu, pengukuran lightning detector dan sensor magnet bumi mencatat peningkatan aktivitas petir vulkanik serta gangguan geomagnetik pada pukul 00.00–04.00 WIB.
“Namun, intensitas gangguan geofisika ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan erupsi pertama pada 4 September lalu,” jelasnya.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani kembali mengimbau masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik agar tetap waspada, menjaga kesehatan secara mandiri, dan merujuk pada kanal informasi resmi.
“Warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar. Mari kita saling menjaga kelompok rentan di sekitar kita. Kami memastikan BMKG terus memperbarui data cuaca, penerbangan, dan geofisika secara berkala, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dengan mengacu pada informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!