Imbas Pandemi Covid-19 Berkepanjangan, Ratusan Angkutan Umum Di Bandung Raya Dikandangkan
VISINEWS | CIMAHI - Dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan, membuat ratusan angkutan umum berhenti beroperasi dan dikandangkan di wilayah Bandung Raya, kondisi tersebut dianggap menambah jumlah kemiskinan.
Mang Acil salah seorang supir trayek Cimahi-Leuwipanjang mengatakan, sejak tahun 2020 hingga saat ini, banyak supir batangan angkutan trayek Cimahi-Leuwipanjang yang kehilangan pekerjaannya.
"Beruntung saya masih bisa mengais rezeki di angkutan umum, jika dibanding rekan saya banyak yang dirumahkan oleh tokeh (pemilik angkutan umum) karena pendapatan semakin berkurang," katanya.
Begitupun dengan sebagian supir yang memiliki angkutan secara peribadi, lanjut Acil, juga diketahui banyak yang dijual kendaraannya atau dialih kreditkan dan memilih untuk berwira usaha.
"Banyak yang dijual kang angkotnya, ada juga yang dioper kredit angkotnya, mereka (para supir) memilih untuk berdagang saat ini," ujarnya.
Selain karena alasan Covid-19, Acil Jumat (4/3/22) mengungkapkan, adanya aturan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2017 yang mengatur tentang batas usia operasional kendaraan, juga menjadi penyebab dari berhentinya beroperasional.
"Rata-rata pengusaha angkutan umum terpaksa berhenti, lantaran tak sanggup meremajakan kendaraannya di tengah pandemi seperti yang terjadi saat ini," ungkapnya.
Terakhir, kebanyak pemilik beserta para supir berharap, agar pemerintah Provinsi Jabar, memberikan kebijakan kelonggaran ambang batas usia kendaraan agar masih bisa beroperasional.
"Di tengah kondisi pandemi Covid-19, agar para pengusaha diberi kelonggaran. Tolong untuk usia kendaraan lebih diperpanjang kebijakannya," pungkasnya. @eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!