Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, Pemerintah Evakuasi Ribuan Wisatawan yang Terjebak di Labuan Bajo
VISI.NEWS | JAKARTA - Ribuan wisatawan terjebak di Labuan Bajo, Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Berdasarkan data pada Selasa (12/11/2024) pukul 17.00 WIB, diperkirakan 2.076 wisatawan masih tertahan di Labuan Bajo karena penutupan Bandara Komodo.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hariyanto mengatakan, Kemenparekraf melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain dalam penyediaan informasi bagi wisatawan.
"Saat ini telah tersedia Posko Terpadu Penanganan Erupsi Lewotobi, yang dikhususkan bagi wisatawan yang terjebak di Labuan Bajo, pasca-penutupan Bandara Komodo," tuturnya, Rabu (13/11/2024).
Menurutnya, posko ini memberikan alternatif aksesibilitas keluar dari Labuan Bajo melalui jalur kapal yang ditambahkan, perkembangan aktivitas Bandara Komodo, serta informasi lainnya.
Di samping posko terpadu, Hariyanto menuturkan, Tourism Information Center (TIC) di Kantor BPOLBF pun mengaktifkan layanan crisis center.
Serupa, layanan ini memberikan perkembangan informasi terkait alternatif aksesibilitas, tempat, dan aktivitas yang dapat dilakukan para wisatawan selama berada di Labuan Bajo.
Sebagai akibat dari penutupan bandara imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, puluhan kapal milik PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Dharma Lautan Utama telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi wisatawan dari Labuan Bajo.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!