Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, Pemerintah Evakuasi Ribuan Wisatawan yang Terjebak di Labuan Bajo

Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 17:30 WIB
Bagikan
Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, Pemerintah Evakuasi Ribuan Wisatawan yang Terjebak di Labuan Bajo

VISI.NEWS | JAKARTA - Ribuan wisatawan terjebak di Labuan Bajo, Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Berdasarkan data pada Selasa (12/11/2024) pukul 17.00 WIB, diperkirakan 2.076 wisatawan masih tertahan di Labuan Bajo karena penutupan Bandara Komodo.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hariyanto mengatakan, Kemenparekraf melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain dalam penyediaan informasi bagi wisatawan.

"Saat ini telah tersedia Posko Terpadu Penanganan Erupsi Lewotobi, yang dikhususkan bagi wisatawan yang terjebak di Labuan Bajo, pasca-penutupan Bandara Komodo," tuturnya, Rabu (13/11/2024).

Menurutnya, posko ini memberikan alternatif aksesibilitas keluar dari Labuan Bajo melalui jalur kapal yang ditambahkan, perkembangan aktivitas Bandara Komodo, serta informasi lainnya.

Di samping posko terpadu, Hariyanto menuturkan, Tourism Information Center (TIC) di Kantor BPOLBF pun mengaktifkan layanan crisis center.

Serupa, layanan ini memberikan perkembangan informasi terkait alternatif aksesibilitas, tempat, dan aktivitas yang dapat dilakukan para wisatawan selama berada di Labuan Bajo.

Sebagai akibat dari penutupan bandara imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, puluhan kapal milik PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Dharma Lautan Utama telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi wisatawan dari Labuan Bajo.

Menurutnta, para pelancong yang terjebak akan diarahkan menuju beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Sape (Bima, NTB) dan Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat, NTB).

Sebagian dari mereka juga akan dievakuasi menuju Pelabuhan Kayangan (Lombok, NTB), Pelabuhan Lembar (Lombok), Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur), dan Benoa (Bali).

Dia menjelaskan, pada Minggu (10/11/2024), terdapat 35 kapal yang sudah mengangkut 546 orang keluar dari kawasan Labuan Bajo.

Pada Senin (11/11/2024), total 36 kapal berhasil mengangkut 1.320 orang, sedangkan 1.226 orang lainnya dibawa oleh 25 kapal pada Selasa (12/11/2024).

"Data terbaru per 13 November 2024 pukul 08.00, dijadwalkan Kapal Dharma Rucitra VIII akan menuju Surabaya dengan mengangkut sekitar 1.050 orang," papar Hariyanto.

Pada waktu yang sama, Kapal Binaiya turut dijadwalkan untuk mengangkut 970 orang ke Bima-Benoa sebanyak 970 orang.

Kemudian, Kapal Niki Mila Utama yang membawa 512 orang akan menuju Bima-Surabaya, dan Kapal Sangke dengan 250 orang ke Jampea, Sulawesi Selatan.

Hariyanto menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi hotel dan akomodasi yang menaikkan harga di tengah peristiwa ini.

"Tidak ditemukan adanya indikasi hotel dan akomodasi menaikkan harga, bahkan beberapa hotel memberikan diskon hingga 30 persen," ucapnya.

Ia menyampaikan, Bandara Internasional Komodo sempat beroperasi pada Selasa. Sayangnya, ruang udara yang masih terpengaruh erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki membuat seluruh jadwal penerbangan pada hari tersebut dibatalkan. "Satu-satunya maskapai yang berhasil melakukan penerbangan ke Jakarta adalah maskapai Citilink pada 11 November malam dan mengangkut 150 penumpang," jelasnya. Namun, bandara yang terletak di Labuan Bajo, Pulau Flores, NTT itu kembali ditutup pada hari ini, Rabu. Berdasarkan informasi resmi Unit Penyelenggara Bandara Udara Komodo (UPBU), bandara akan tutup sampai dengan pukul 20.00 Wita. Pihak bandara juga rutin melakukan paper test setiap tiga jam sekali guna memastikan seluruh penerbangan dari dan menuju Labuan Bajo aman dari ancaman sebaran abu vulkanik. Hariyanto berharap, operasional bandara dapat berjalan normal kembali saat situasi dan kondisi telah dipastikan kondusif kembali. "Setelah bandara dibuka, pihak pengelola bandara akan menyerahkan kembali ke maskapai apakah mereka akan mengoperasionalkan pesawat atau tidak," jelasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.