IKN, Antara Harapan dan Kenyataan

ED
Minggu, 24 April 2022 | 12:59 WIB
Bagikan
IKN, Antara Harapan dan Kenyataan

Itu berarti hanya tersisa waktu tidak lebih dari dua tahun untuk mengejar pembangunan di IKN. Agak musykil—untuk tidak mengatakan mustahil—bila kawasan ini benar-benar dapat berkembang hanya dalam waktu dua tahun dari perkebunan ecaliptus menjadi hutan beton layaknya Ibukota.

Maka tentu perlu kerja yang sangat keras dan dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan IKN dapat dipercepat dalam waktu dua tahun. Tentu ini pekerjaan raksasa yang tidak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan Otorita IKN saja melainkan juga sumbangsih dari segenap komponen bangsa.

Sebagai perbandingan saja, pemindahan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru—yang jaraknya hanya sekitar 40 kilometer atau 1 jam perjalanan darat—itu sulitnya bukan main. Rencana itu sudah digaungkan sejak 2010 dan Gedung Perkantoran untuk Gubernur Kalsel juga sudah didirikan di Kota Banjarbaru tetapi pusat pemerintahan tetap saja lebih banyak dilakukan di Kota Banjarmasin.

Kendalanya apa? Kendalanya adalah pemindahan Ibukota Provinsi Kalsel itu bukan sekadar pemindahan fisik gedung perkantoran dari Banjarmasin ke Banjarbaru melainkan juga pemindahan pusat kegiatan atau aktivitas pemerintahan yang menyangkut dengan pemindahan SDM dan segenap infratrukturnya.

Pengalaman saya saat berkunjung ke Banjarmasin dan Banjarbaru pada pertengahan Maret 2022 lalu, mendapati keluhan dari sejumlah PNS di Perkantoran Gubernur Kalsel karena mereka menjadi jauh ke tempat kerja. Sekalipun disediakan bus angkutan karyawan dari Banjarmasin ke Banjarbaru, tetapi karena mayoritas domisilinya di Banjarmasin maka mereka enggan juga jika setiap hari harus bolak-balik kerja ke Banjarbaru.

Belum lagi pemindahan kantor-kantor dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang jumlahnya banyak. Selain permasalahan dana yang tentu saja tidak sedikit, pemindahan ini juga harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur bagi aktivitas pemerintahan di Ibukota Kalsel. Jangan sampai terulang lagi pengalaman saya waktu berkunjung ke Kantor Gubernur Kalsel di Kota Banjarbaru. Pada saat acara pertemuan dengan Gubernur Kalsel selesai menjelang waktu salat Jumat, ternyata belum ada Masjid Jami di kompleks perkantoran Gubernur tersebut. “Adanya masjid di luar kompleks perkantoran ini, Pak. Jauh,” kata seorang pegawai Kantor Gubernur Kalsel. Waduh!***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.