IKEA Kampanyekan "Luangkan Ruang" untuk Hunian Lebih Nyaman
- Melalui kampanye "Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat", IKEA ajak masyarakat memanfaatkan ruang yang sudah dimiliki agar rumah tetap nyaman dan dapat mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
VISI.NEWS – Kehidupan terus berubah seiring berjalannya waktu. Ada anggota keluarga yang bertambah, rutinitas baru yang terbentuk, hingga hobi baru yang terus bermunculan. Perubahan-perubahan ini membuat rumah menjalankan lebih banyak fungsi dibandingkan sebelumnya. Namun ketika kehidupan terus berkembang, luas rumah sering kali tetap sama. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menyimpan lebih banyak barang, tetapi bagaimana rumah dapat terus memberi tempat bagi hal-hal yang ikut bertambah seiring perjalanan hidup penghuninya.
Untuk menjawab perubahan tersebut, IKEA Indonesia meluncurkan kampanye "Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat." Berangkat dari pemahaman IKEA tentang kehidupan di rumah, kampanye ini mengajak masyarakat melihat kembali bagaimana ruang yang sudah dimiliki dapat terus mendukung perubahan dalam kehidupan sehari-hari melalui penataan yang lebih sesuai dengan cara setiap orang hidup.
"Yang sering kami lihat, orang merasa rumahnya sudah tidak cukup. Padahal setelah dilihat lagi, yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumahnya, tetapi cara mereka menggunakan ruang di dalamnya. Kamar tidur misalnya, sekarang juga sering dipakai untuk berbagai macam kegiatan dan fungsi. Dari situ kami mulai mencari solusi yang memang sesuai dengan cara orang menjalani kehidupannya sehari-hari," ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia.
Berdasarkan pengamatan tersebut, ruang yang identik dengan tempat beristirahat, kini juga menjadi tempat bekerja, belajar, menyimpan berbagai kebutuhan sehari-hari, hingga menikmati waktu sendiri. Karena itu, IKEA menghadirkan berbagai inspirasi penataan dan solusi penyimpanan yang membantu kamar tidur tetap nyaman digunakan, meski fungsinya terus berkembang.
“Yang penting bukan seberapa besar rumahnya, tetapi bagaimana ruang yang ada bisa mengikuti cara penghuninya hidup. Kadang yang dibutuhkan bukan mengorbankan ruangan menjadi sebuah gudang atau membuat ruangan baru, tetapi melihat lagi apa yang memang diperlukan rutin, apa yang bisa disimpan lebih rapi, dan apakah ada sudut rumah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal," lanjut Alfinda.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!