IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Satukan Kekuatan Bangun Indonesia Berkelanjutan

ED
PN
Senin, 8 Juni 2026 | 07:25 WIB
Bagikan
IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Satukan Kekuatan Bangun Indonesia Berkelanjutan

Ilustrasi. /visi.news/ist

VISI NEWS | JAKARTA – Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, kerusakan lingkungan yang meluas, serta ketidakpastian ekonomi global, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengambil langkah strategis dengan membentuk Forum Ekonomi Hijau (FEH). Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dialog, merumuskan gagasan, dan membangun sinergi menuju pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Forum tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta dan akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, pelaku usaha, pengambil kebijakan, hingga komunitas masyarakat sipil untuk membahas masa depan ekonomi hijau Indonesia.

Ekonomi Hijau Jadi Kebutuhan Mendesak

Pembentukan Forum Ekonomi Hijau dilatarbelakangi meningkatnya kesadaran bahwa model pembangunan konvensional yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam tidak lagi mampu menjawab tantangan masa depan.

Konsep ekonomi hijau sendiri telah menjadi perhatian dunia dalam lebih dari satu dekade terakhir. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), ekonomi hijau merupakan sistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial sekaligus mengurangi risiko lingkungan serta kelangkaan sumber daya alam.

Sementara itu, World Bank memperkenalkan konsep inclusive green growth, yakni pertumbuhan ekonomi yang efisien dalam penggunaan sumber daya, rendah emisi, serta tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan risiko bencana.

Meski memiliki pendekatan berbeda, kedua konsep tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berlangsung tanpa mengorbankan lingkungan dan generasi masa depan.

Indonesia di Persimpangan Jalan

Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau global. Kekayaan hutan tropis, sumber daya energi terbarukan, keanekaragaman hayati, serta bonus demografi menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak negara.

Namun di sisi lain, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari banjir, polusi udara, krisis air bersih, kerusakan hutan, cuaca ekstrem, hingga ketergantungan ekonomi pada sektor berbasis ekstraksi sumber daya alam.

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menilai Indonesia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju pembangunan berkelanjutan.

“Biaya mempertahankan model pembangunan lama hari ini sebenarnya sudah jauh lebih mahal dibandingkan biaya untuk bertransisi menuju ekonomi hijau. Kita harus melihat ekonomi hijau bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang besar menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa,” ujarnya.

Menurut Burhanuddin, daya saing Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap tren ekonomi rendah karbon yang kini menjadi standar baru di berbagai negara.

“Ke depan, negara yang mampu beradaptasi dengan ekonomi hijau justru akan menjadi pemenang ekonomi dunia. Indonesia punya modal besar untuk itu, tetapi dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar transformasi ini tidak berjalan parsial,” katanya.

Wadah Kolaborasi Lintas Sektor

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, menjelaskan bahwa Forum Ekonomi Hijau dibentuk sebagai ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan masa depan pembangunan Indonesia.

Menurutnya, tantangan keberlanjutan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah atau dunia usaha saja. Diperlukan keterlibatan akademisi, komunitas, organisasi masyarakat sipil, hingga generasi muda.

“Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” ujar Yhodhisman.

Ia menambahkan bahwa pada tahap awal FEH akan berada dalam ekosistem IKA Unpad. Namun ke depan, forum tersebut diharapkan berkembang menjadi platform independen yang mampu mendorong diskusi publik mengenai kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, dan transformasi ekonomi nasional.

“IKA Unpad ingin mengambil peran strategis sebagai katalisator kolaborasi. Kampus memiliki kekuatan pengetahuan, alumni memiliki jejaring lintas sektor, dan masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang sehat mengenai masa depan pembangunan kita,” tambahnya.

Hadirkan Menteri hingga Pakar Nasional

Peluncuran Forum Ekonomi Hijau akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar yang selama ini aktif dalam isu ekonomi, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

Beberapa nama yang dijadwalkan hadir antara lain Ferry Juliantono, Purbaya Yudhi Sadewa, Moh. Jumhur Hidayat, Tasdiyanto Rohadi, Laode Masihu Kamaluddin, serta Masyita Crystalin.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi konkret untuk mempercepat implementasi ekonomi hijau di Indonesia.

Dari Wacana Menuju Aksi Nyata

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau sekaligus Corporate Transformation Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Ferdian Agustiana, menegaskan bahwa pembahasan ekonomi hijau harus segera diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata yang terukur.

Menurutnya, selama ini isu keberlanjutan sering kali berhenti pada tataran konsep tanpa implementasi yang jelas.

“Selama ini kita sering berbicara tentang keberlanjutan dalam level konsep. Padahal tantangan yang kita hadapi sudah sangat konkret. Karena itu Forum Ekonomi Hijau ingin mendorong lahirnya diskusi yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan menghasilkan rekomendasi nyata,” ujarnya.

Ferdian menambahkan bahwa ekonomi hijau tidak hanya berbicara mengenai pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut penciptaan kualitas hidup yang lebih baik, lapangan kerja baru, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Ekonomi hijau bukan berarti menghentikan pertumbuhan ekonomi. Justru sebaliknya, ini tentang bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih cerdas, lebih efisien, lebih inklusif, dan tidak menciptakan biaya lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Menyiapkan Masa Depan Indonesia

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak kolaborasi, inovasi, dan gerakan bersama yang mampu mempercepat transformasi menuju pembangunan berkelanjutan.

Forum ini juga diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam berbagai sektor pembangunan nasional.

Bagi IKA Unpad, keberhasilan pembangunan di masa depan tidak lagi cukup diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, keberhasilan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Peluncuran Forum Ekonomi Hijau menjadi penanda bahwa transformasi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan agar Indonesia tetap kompetitif sekaligus mampu mewariskan lingkungan yang layak huni bagi generasi mendatang.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.