Ijeck Desak Pemerintah Segera Selesaikan Konflik Lahan Hutan-Desa yang Berlarut
Sebagai contoh konkret, Musa menyoroti kondisi di Sumatera Utara. Ia menyebut kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis yang telah kehilangan puluhan ribu hektare areanya.
Ia heran, meski ada petugas kehutanan di lapangan, perubahan fungsi tersebut seolah tidak diketahui.
"Kita heran, petugasnya ada, tapi dibilang enggak tahu, enggak mungkin. Terus sudah katanya hutan bisa jadi desa, terus PLN-nya bisa masuk. Ada jaringan listrik di sana," tuturnya.
Musa menegaskan bahwa penyelesaian harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, bukan hanya berdiskusi di meja rapat dengan melihat Google Maps.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa alih fungsi lahan benar-benar untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Ia memperingatkan, jika masalah ini tidak diselesaikan, anggaran negara untuk pembangunan desa dan transmigrasi tidak akan tepat sasaran. Alih-alih mandiri, desa-desa justru akan terus menghadapi ancaman masalah hukum.
"Kalau memang kita mau selesaikan, harus selesaikan segera, Pak. Kalau tidak, ini berlarut begini-gini terus. Anggaran negara turun, akhirnya tidak tepat sasaran," pungkas Musa.
Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan kementerian/lembaga terkait untuk membahas langkah strategis dan kolaboratif dalam menyelesaikan konflik tenurial dan tata kelola lahan yang melibatkan masyarakat. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!