IHSG Bergerak Datar, Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Desi Rossilawati
Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:20 WIB
Bagikan
IHSG Bergerak Datar, Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak sideways atau mendatar pada perdagangan Jumat (14/8/2026) pagi. Pergerakan IHSG berlangsung di tengah pelaku pasar yang mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

IHSG dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.

"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026. Perhatian pasar juga tertuju pada penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terdiri dari delapan klaster, yakni:

Dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, pelaku pasar akan mencermati sejumlah indikator, mulai dari target pertumbuhan ekonomi, defisit, asumsi nilai tukar rupiah, strategi pembiayaan, hingga program pemerintah yang dapat mendorong konsumsi dan investasi.

Sentimen dari Amerika Serikat

Dari mancanegara, data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat periode Juli 2026 berada di level 3,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, core CPI turun menjadi 2,5 persen yoy.

Indeks Producer Price Index (PPI) AS stagnan pada Juli 2026 setelah mengalami deflasi 0,1 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada Juni 2026. Angka tersebut juga berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen mtm.

Secara tahunan, indeks PPI AS berada di level 4,7 persen yoy pada Juli 2026. Angka tersebut merupakan level terendah sejak Maret 2026 dan turun dari 5,5 persen yoy pada Juni 2026.

Data inflasi produsen yang cenderung moderat tersebut mendorong pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

Sementara itu, harga minyak mentah melemah sekitar 2 persen pada Kamis (13/8/2026). Pergerakan tersebut terjadi setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa ekspor melalui Selat Hormuz lebih tinggi dibandingkan perkiraan.

Pergerakan Bursa Global

Bursa saham Eropa bergerak variatif pada Kamis (13/8/2026). Euro Stoxx 50 menguat 0,20 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah 0,56 persen. Indeks DAX Jerman turun 0,12 persen dan CAC 40 Prancis menurun 0,28 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis. S&P 500 naik 0,65 persen ke level 7.799,19, Nasdaq Composite menguat 1,15 persen ke 30.084,50, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen ke level 53.839,99.

Bursa saham regional Asia pada Jumat pagi bergerak beragam. Nikkei menguat 0,95 persen ke 68.956,00, Shanghai naik 0,45 persen ke 3.964,4, dan Kospi menguat 4,08 persen ke 6.847,41.

Sementara itu, Hang Seng melemah 0,27 persen ke 25.370,81 dan Straits Times turun 0,55 persen ke 5.689,26.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.