IEE Series 2026 Siap Gebrak Jakarta, Hadirkan 2.000 Perusahaan
[Ki-Ka] Ahmad Syauki - Sekjen PJCI; Hendra Suryakusuma - Chairman IDPRO; Bambang Tjahjono - Direktur Eksekutif ASPINDO; Moshe Rizal - Komite Investasi ASPERMIGAS; Dudung Maulana - Sekjen AP3I; Teddy Setiabudi - Chai. /visi.news/ist
Penguatan rantai pasok dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketersediaan energi, peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta inovasi menjadi bagian penting dalam proses transformasi tersebut.
Karena itu, penyelenggaraan IEE Series tidak hanya berfokus pada satu bidang industri. Sebanyak 10 platform pameran akan hadir selama dua pekan dengan cakupan sektor energi, ketenagalistrikan dan baterai, infrastruktur digital, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, pengelolaan air, pengecoran logam dan metalurgi, hingga manajemen kebencanaan dan perlindungan sipil.
Hanung menegaskan, keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, termasuk pertambangan.
Menurutnya, penerapan teknologi di sektor industri tidak hanya berkaitan dengan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan operasional.
“Penerapan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional,” katanya.
Energy Week Dibuka 2 September
Pekan pertama IEE Series 2026 akan dikemas melalui Energy Week yang berlangsung pada 2–5 September 2026.
Energy Week akan menghadirkan empat hybrid stages dengan 21 sesi seminar. Sebanyak 73 thought leaders dan 12 asosiasi akan terlibat dalam berbagai diskusi yang membahas perkembangan sektor energi dan teknologi pendukungnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!