Ide Nyeleneh, Dedik Sugianto Ajak Insan Pers Dirikan Partai Wartawan
VISI.NEWS | SURABAYA - Dedik Sugianto ketua organisasi Pers Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) dan juga ketua Lembaga Pers Wartawan Kompetensi Indonesia (Wakomindo) mangajak semua insan Pers memperjuangkan haknya dan meningkatkan kesejahteraan di jalur politik.
Dedik mengatakan sering kali ada pertanyaan, "Apakah sebagai wartawan boleh berpolitik ?". Banyak anggapan wartawan harus netral tidak boleh masuk dalam partai politik. Menurut Dedik anggapan itu adalah bentuk diskriminasi terhadap wartawan. Kenapa begitu ?. Karena tidak ada larangan baik didalam undang – undang dan peraturan yang melarang warga negara tidak terkecuali wartawan untuk berpolitik, karena itu adalah hak setiap warga negara.
“Apakah wartawan harus berpolitik?. Jawabannya iya harus berpolitik, karena siapa yang memperjuangkan kehidupan wartawan untuk mencapai taraf kehidupan yang makmur ?. Selama ini tidak ada satu partaipun memperjuangkan kehidupan wartawan,” ungkap Dedik Sugianto di kantornya jalan Kedung Anyar 7/50 Surabaya, Senin (15/4/2024)
Dedik mengutarakan dengan tujuan menyatukan insan Pers di Indonesia menjadi satu keluarga besar, yang mempunyai ikatan kuat dalam memajukan dan mensejahterakan insan Pers, terbesit suatu rencana yang mungkin bisa dianggap “gila” dan tentunya akan ada “pro-kontra” yakni mendirikan partai untuk wartawan dan keluarga besarnya.
Ada beberapa dasar pemikiran Dedik Sugianto mempunyai rencana “gila” mendirikan partai politik wartawan yang akan menggandeng semua insan Pers di pelosok negeri untuk ikut membantu mendirikan dan membesarkan partai politik wartawan.
“Dewasa ini banyak berdiri perkumpulan atau organisasi Pers, malah membuat pelaku Pers terbelah kepentingan. Organisasi Pers yang seyogyanya menyatukan semua insan Pers malah menjadi dinding pemisah bukan pemersatu, karena setiap organisasi Pers mempunyai visi dan misi untuk kepentingan anggotanya,” terangnya.
Dedik melanjutkan, “Jika ada permasalahan salah satu jurnalis, para insan Pers terkesan enggan membantu karena bukan dalam organisasi Pers yang sama, dan hal itu sangat berbahaya akan kelangsungan Pers di Indonesia, dan akan bisa dimanfaatkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengadu domba sesama insan Pers.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!