Ibu-ibu Kota Bandung Sulap Pakaian Bekas Jadi Kebaya Baru
"Warnanya putih, itu saya tempelkan saja dengan sisa bahan yang ada," tambahnya. Kemudian, slayer yang terdapat pada pundak kebaya terbuat dari bekas kerudung. Brosnya juga dari bahan furing ditambah mute. "Karena ini bahannya sangat tipis, kalau dipakai menerawang, jadinya sama saya dijadikan slayer saja di kebaya ini," jelasnya.
Selama tiga hari, Eva membuat kebaya ini. Bagian yang paling sulit baginya adalah pembuatan pouch. Apalagi bahannya licin karena terbuat dari imitasi.
Untuk pengeluaran, ia mengaku tak lebih dari Rp 50.000 untuk membeli bahan hiasan seperti beragam payet.
"Kita bisa menggunakan sampah atau bahan sisa untuk didaur ulang dan lebih bermanfaat. Sehingga Kang Pisman jalan, ekonominya juga bisa bertambah. Ini kalau di butik bisa beratus ribu sampai jutaan," tuturnya.
Eva juga biasa bikin dari kain perca. Baju yang dipakai kegiatan sehari hari itu dari batik
"Kang pisman itu memang benar bisa kita melakukannya. Dengan bahan bahan yang tidak memiliki nilai jadi bernilai ekomomis setelah kita manfaatkan," katanya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!